Wednesday, 18 April 2012

Sekoci Penolong (life boat)

-->
Sekoci Penolong (life boat)
Sekoci penolong berfungsi untuk menolong ABK dan penumpang apabila terjadi kecelakaan di kapal pada saat perlayar yang mengharuskan para ABK dan penumpang harus meninggalkan kapal. Didalam SOLAS 2004 ditentukan bahwa sekoci (life boat) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
-          Harus cukup kuat diturunkan kedalam air dengan aman pada kondisi sarat muatan / penumpang penuh beserta perlengkapan – perlengkapan yang dibutuhkan, disamping itu harus mempunyai kekuatan sedemikian rupa sehingga mampu menahan beban penumpang 25% lebih banyak dari kapasitas ABK sesungguhnya.
-          Dilengkapi dengan tangki – tangki udara (sebagai daya apung cadangan) untuk menghindari tenggelamnya sekoci meskipun dalam keadaan terbalik.
-          Mempunyai kelincahan dan kecepatan sedemikan rupa sehingga dapat dengan cepat menghindari badan kapal yang mengalami kecelakaan.
-          Mempunyai bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat berlayar pada kondisi lautan yang bergelombang dan mempunyai cukup stabilitas dan lambung timbul, jika dimuati dengan penumpang dan muatan yang diijinkan.
-          Harus dapat diturunkan dengan mudah dan cepat walaupun kapal dalam kondisi miring 150.
-          Dilengkapi dengan alat yang memungkinkan penumpang yang berada diair dapat naik keatas sekoci dengan mudah.
-          Dilengkapi dengan alat – alat navigasi dan perlengkapan lainnya sebagaimana yang disyaratkan.
-          Motor harus dapat dengan mudah dihidupkan dalam kondisi apapun dan tangki bahan bakar harus cukup penuh untuk dapat berlayar selama 24 jam.
-          Motor dan kelengkapannya harus mempunyai dinding penutup untuk menjamin bahwa dalam kondisi cuaca buruk, motor harus dapat tetap bekerja dengan baik, serta dinding ini harus tahan api. Berikut ini merupakan spesifikasi dari sekoci penolong. Dari ketentuan diatas, sekoci harus mampu menahan beban 25% lebih banyak dari kapasitas penumpang sesungguhnya. Maka sekoci harus mampu menampung penumpang sebayak (25% Jumlah ABK) +  Jumlah ABK = (25% x 21) + 21 = 26 orang.
              

STEERING GEAR

-->
STEERING GEAR


Tipe-tipe steering gear terdapat dalam berbagai macam variasi yang biasanya dibedakan menurut tenaga utamanya, dapat kita sebutkan disini tiga macam tipe steering gear, yaitu :
1.        Steam Steering Gear, tipe ini menggunakan tenaga uap untuk unit tenaganya.
2.        Electric Steering Gear, tipe ini menggunakan tenaga utama dari arus listrik.
3.        Hydraulic Steering Gear, tipe ini memakai aliran fluida guna membangkitkan tenaga penggerak.

Untuk sistem kontrol, banyak pula macam-macamnya, misalkan saja seperti electrical control system, dimana pengontrolan steering gear dilakukan dengan energi llistrik. Contoh lainnya adalah hydraulic control system, dimana pengontrolan dilakukan secara hidrolis, dan masih banyak lagi ragam sistem control lainnya.
(gambar sistem hidrolis Steering gear)
Untuk pemakaian steering system di kapal, system yang dipasang haruslah mempunyai tingkat efisisensi yang tinggi dan sesuai dengan tipe kapalnya, sebagai contoh pada kapal tanker yang membawa muatan yang mudah terbakar tentu dibutuhkan sebuah sistem yang memiliki perilaku yang tidak menimbulkan hal-hal yang dapat menyebabkan percikan api, panas, dan hal-hal lainya yang dapat menyebabkan kebakaran, dalam hal ini sebuah system termasuk steering system yang meminimalkan resiko terjadinya kebakaran sangatlah penting dipilih, untuk keperluan tersebut dapat dipilih tipe hydraulic steering gear. Contoh lainnya misalnya pada kapal yang memakai tenaga uap untuk pendorong utamanya, maka steam steering system lebih cocok digunakan karena tenaga uap sudah tersedia sehingga efisiensi yang optimal dapat dicapai.

(gambar sistem Steering gear)

JANGKAR KAPAL

-->
JANGKAR
               Pada kapal yang sedang tertambat pada jangkar, bekerja gaya-gaya sebagai berikut;
1. Gaya oleh arus pada dasar kapal
2. Gaya oleh angin pada bagian atas kapal
3. Gaya inersia akibat pitching dan rolling.
Jangkar dan sistem penjangkaran akan menahan gaya-gaya tersebut sehingga kapal berada pada posisi yang stasioner.
               Peralatan penambat meliputi;
-  Jangkar (anchor)
-  Rantai jangkar (anchor chain)
-  Lubang masuk dan keluar jangkar dan rantainya (hawspipe holes)
-  Stopper
-  Peralatan penarik jangkar (anchor handling equipment)

Kapal biasanya dilengkapi dengan tiga macam jangkar;
1.   Jangkar haluan (bower anchor)
2.   Jangkar arus (stream anchor)
Kedua macam jangkar tersebut berguna untuk menahan posisi haluan atau buritan.
3.   Jangkar cemat (kedges anchor), untuk menarik kapal jika terjadi bahaya.


Pengaturan jangkar harus mampu;
-     Melepaskan jangkar secara cepat sampai kedalaman yang disyaratkan dan dapat menghentikan gerak rantai dengan halus.
-     Mengangkat rantai beserta jangkarnya
-     Dapat menahan kapal pada posisi penjangkaran
-     Siap untuk menyimpan jangkar dan rantainya.

LIFE BOAT

-->
Life boat digunakan pada kapal container karena pada bagian buritan kapal container terdapat muatan container sehingga tidak memungkinkan untuk menaruh free fall boat. Maka digunakan life boat dengan model gravity yaitu kapal jatuh ke laut karena adanya gaya gravitasi bumi.

(gambar life boat)