Showing posts with label KAPAL IKAN. Show all posts
Showing posts with label KAPAL IKAN. Show all posts

Wednesday, 13 February 2013

Macam – Macam Purse Seine


Macam – Macam Purse Seine



Berbagai macam purse seine dibuat disesuaikan dengan penggunaanya. Pada umumnya macam purse seine dapat dikelompokkan menjadi:
a)             Bentuk dasar jaring utama
·           Bentuk segi empat
·           Bentuk trapesium
·           Bentuk lekuk
b)             Species ikan yang ditangkap
·           Purse seine sardine
·           Purse seine tuna
·           Purse seine layang
c)             Jumlah kapal yang digunakan dalam operasional
·           Purse seine jenis satu kapal (one boats system)
·           Purse seine dengan dua kapal (two boats system)
d)            Waktu operasi yang digunakan
·           Purse seine siang
·           Purse seine malam
Berbagai macam bahan dapat digunakan untuk membuat purse seine. Secara umum berbagai macam bahan yang digunakan untuk purse seine dapat dirinci sebagai berikut :
a.                   Jaring utama.
Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan jaring utama biasanya menggunakan nilon atau vinilon. Adapun ukuran mata jaring disesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap. Dimana semakin besar jenis ikan yang akan ditangkap maka akan semakin besar pula ukuran mata jaring yang digunakan.
b.                   Srampat
Srampat berfungsi melindungi bagian tepi/pinggiran jaring utama yang diikatkan pada tali ris agar bagian pinggir jaring tidak cepat rusak atau robek. Bahan srampat biasanya lebih kaku dari bahan jaring utama seperti polythylene (PE), akan tetapi kadang-kadang juga digunakan bahan yang sama dengan bahan jaring utama yaitu nilon.
c.                   Tali ris
Macam-macam tali yang termasuk dalam kelompok tali ris yaitu: tali ris atas, tali pelampung, tali ris bawah, tali pemberat, tali penguat ris atas dan tali penguat ris bawah. Tali ris biasanya menggunakan bahan kuralon (PVA) atau kadang-kadang menggunakan polyethylene dengan ukuran 8 mm -  10 mm.
d.                  Tali ring
Yang dimaksud tali ring adalah tali yang digunakan untuk menantungkan ring/cincin pada tali ris bawah. Tali ring ini kadang-kadang juga disebut tali kang yang terdiri dari tiga bentuk, yaitu : bentuk kaki tunggal, kaki ganda dan bentuk dasi. Tali kang dibuat dengan menggunakan bahan kuralon atau polyethylene.
e.                   Tali ekor
 mengumpulkan ring atau jaring bagian bawah pada waktu operasi digunakan tali kolor yang ditarik setelah jaring setelah jaring selesai dilingkarkan. Karena dengan terkumpulnya ring maka bagian bawah jaring akan terkumpul menjadi satu bagian seperti kantong. Bahan tali kolor pada umumnya mengunakan polyethena (PE), akan tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan kuralon (PVA).
f.Pelampung
Pelampung berfungsi untuk mengapungkan seluruh alat ke atas permukaan air ditambah dengan kelebihan daya apung yang disebut extra buoyancy. Bahan yang digunakan untuk pelampung adalah bahan yang berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis air laut. Bahan pelampung dari busa plastik yang keras.
g.                   Pemberat (sinker)
Agar jaring bagian bawah  cepat tenggelam waktu operasi, pada tali ris bawah perlu diberi pemberat, akan tetapi tidak boleh berlebihan karena dapat mengurangi daya apung dan membuat jarring tegang. Bahan pemberat pada umumnya menggunakan timah atau timbal (timah hitam). 
h.                   Cincin (ring)
Fungsi cincin untuk tempat lewatnya tali kolor waktu ditarik agar bagian bawah jaring dapat berkumpul. Bahan cincin biasanya dari kuningan atau tembaga. Kadang-kadang digunakan bahan besi yang dilapisi kuningan.


Kapal Ikan Purse Seine

            Di Indonesia saat ini banyak tersebar kapal penangkap ikan. Baik itu kapal ikan tradisional maupun kapal-kapal yang sudah memiliki teknologi baik dari segi kapal maupun dari segi alat tangkap. Ada banyak metode yang digunakan oleh para nelayan untuk melakukan aktifitasnya dalam menangkap ikan, baik itu secara tradisional maupun secara modern. Menurut John C. Sainsbury dan Setijoprajudo (1998), kapal penangkap ikan secara garis besar dapat digolongkan sebagai berikut:
1.         Kapal penangkap ikan jenis trawl (pukat udang)
2.         Kapal penangkap ikan jenis gillnet (jaring insang)
3.         Kapal penangkap ikan jenis purse seine (pukat cincin)
4.         Kapal penangkap ikan jenis longline (pancing)
5.         Kapal penangkap ikan jenis pots / portable trap (bubu).
Dalam Tugas Akhir ini, kapal yang akan direncanakan adalah kapal penangkap ikan jenis purse seine.
Purse seine sering disebut pukat jaring, pukat cincin atau pukat kantong, karena bentuk jaring tersebut waktu dioperasikan berbentuk seperti kantong.  Purse seine juga disebut jaring kolor karena pada bagian bawah jaring (tali ris bawah) dilengkapi dengan tali kolor yang gunanya untuk menyatukan bagian bawah jaring sewaktu operasi.
Purse seine digunakan untuk menangkap ikan yang bergerombol di permukaan laut. Oleh karena itu, jenis-jenis ikan yang tertangkap dengan alat penangkapan purse seine adalah jenis-jenis ikan pelagis yang hidupnya bergerombol, seperti layang, lemuru, kembung, sardinella, tuna, dan lain-lain. Gambar kapal dengan alat tangkap purse seine seperti ditunjukkan dalam gambar 2.1. Kapal ikan dengan alat tangkap purse seine disebut purse seiner. 


Gambar 2.1. Kapal ikan dengan alat tangkap purse seine
(Sumber : http://www.europacifictuna.com/purseseine.htm,diakses 26 April 2010)

KAPAL IKAN


KAPAL IKAN

Secara umum kapal ikan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan kapal jenis lainnya. Adapun perbedaannya terletak pada fungsinya. Kapal ikan menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi :
1.      Kapal penangkap ikan.
2.      Kapal penampung dan pengolahan ikan.
3.      Kapal penelitian dan latih penangkapan ikan.
Kapal ikan sesuai dengan fungsinya untuk menangkap ikan memiliki karakteristik khusus untuk mendukung operasionalnya. Karakteristik kapal penangkap ikan  antara lain adalah:
1.  Kecepatan Kapal.
Kapal ikan pada umumnya didesain memiliki kecepatan yang cukup tinggi karena kapal ikan harus sampai ditempat penangkapan ikan (fishing ground) secepat mungkin agar tidak kehilangan waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Selain itu juga dapat melakukan pemasangan alat tangkap secepat mungkin agar dapat mengatasi kecepatan ikan yang akan ditangkap. Oleh karena itu perencanaan kapal ikan dengan bentuk multi-chine ini sangat efisien dalam hal penghematan waktu perlayaran menuju fishing ground.
2.  Kelaikan Laut.
Aspek kelaikan laut pada kapal ikan harus diperhatikan karena kapal ikan harus dapat beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca. Kapal ikan pada umumnya beroperasi pada daerah yang jauh dari pantai serta cenderung berpindah-pindah untuk mendapatkan ikan hasil tangkapan yang baik. Hal tersebut menyebabkan kapal ikan harus mampu menghadapi segala kondisi cuaca yang akan dihadapi pada saat beroperasi di laut. Untuk itu maka kapal ikan harus memiliki stabilitas dan kekedapan yang baik, daya apung yang cukup serta rolling dan trim yang sekecil mungkin. Diharapkan kapal ikan dengan bentuk lambung kapal multi-chineini memiliki kemampuan untuk dapat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
3.  Tenaga Penggerak.
Untuk memperoleh kecepatan kapal yang cukup tinggi diperlukan tenaga penggerak yang cukup besar. Kendala yang dihadapi adalah ketersediaan ruangan yang terbatas. Oleh sebab itu maka pemilihan motor penggerak pada kapal ikan harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a.     Volume ruangan yang dibutuhkan kecil dengan tenaga yang besar.
b.     Ketersediaan dipasaran.
c.     Daya tahan baik.
d.      Harga terjangkau.