Showing posts with label PERMINYAKAN. Show all posts
Showing posts with label PERMINYAKAN. Show all posts

Thursday, 21 February 2013

PENGERTIAN HIDROKARBON


PENGERTIAN HIDROKARBON


Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).


Jenis hidrokarbon
Pada dasarnya terdapat tiga jenis hidrokarbon:
  1. Hidrokarbon aromatik, mempunyai setidaknya satu cincin aromatik
  2. Hidrokarbon jenuh, juga disebut alkana, yang tidak memiliki ikatan rangkap atau aromatik.
  3. Hidrokarbon tak jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap antara atom-atom karbon, yang dibagi menjadi:
Tiap-tiap atom karbon tersebut dapat mengikat empat atom lain atau maksimum hanya 4 buah atom hidrogen. Jumlah atom hidrogen dapat ditentukan dari jenis hidrokarbonnya.

HIDROKARBON: PEMISAHAN MINYAK DAN AIR

HIDROKARBON: PEMISAHAN MINYAK DAN AIR














HIDROKARBON: PEMISAHAN MINYAK DAN GAS

HIDROKARBON: PEMISAHAN MINYAK DAN GAS 




















HIDROKARBON: FASILITAS PRODUKSI


HIDROKARBON: FASILITAS PRODUKSI












Thursday, 14 February 2013

PERPIPAAN OFFSHORE


PERPIPAAN OFFSHORE


                           Dengan semakin berkembangnya industri gas dan minyak  sekarang ini , telah menghasilkan perkembangan subtansi pada proyek offshore ( Pengeboran minyak lepas pantai ) . Untuk menemukan dan memproduksi hidrokarbon. Dengan semakin berkembangnya  dan majunya teknologi yang ada maka peralatan yang berkaitan dengan offshorepun akan semakin  canggih dan semakin modern. Perkembangan pipa offshore , pertama kali berada di Gulf , Mexico.Telah  banyak  sistem perpipaan  yang telah dirancang di berbagai dunia . Dengan berbagai macam design yang beragam.  Negara – negara yang  mengikuti perkembangan  di bidang offshore  yaitu : amerika serikat , laut utara ,Gulf  Mexico, Mediterania Australia Asia  dan Amerika latin. Ada beberapa pipa yang dipasang pada kedalaman air ± 2.000 ft. Pipa ini mempunyai lebar  56 inci. Berbagai macam variasi peralatan yang telah dibuat  dan telah dirancang  ( mengikuti perkembagan dari offshore ) . Yaitu peralatan yang digunakan untuk untuk proses pemasangan / instalasi maupun peralatan yang digunakan untuk membuat  pipa itu sendiri. Dalam proses pembuatan pipa itu sendiri juga  harus menggunakan metode tertentu . Metode – metode yang digunakan adalah Conventional Lay Barge Method, Reel Barge Method, Various Pull dan tow  Methods.
                Perancangan dari sistem perpipaan di Offshore ini juga tergantung pada kedalaman dari air laut itu sendiri. . Pada saat  kegiatan perancangan dan pemasangan pipa ini juga harus memperhatikan beberapa hal . Yaitu diantaranya adalah terjadinya Stress / tarikan dan bending., yang sering terjadi pada  permukaan  mesin yang tertanam pada dasar laut dan dipengaruhi oleh  gelombang  dan berbagai kondisi variasi dinamik. Setelah  pipa ini dipasang dan diletakkan  di dasar laut , akan mendapatkan beberapa resiko yang akan menimbulkan kerusakan akibat gelombang dan arus pada daerah tersebut.
Pada saat kegiatan / proses pendesainan sistem pipa ini , adalah yang terpenting harus diperhatikan adalah harus adanya gaya yang kecil dari pergerakan tanah disekitar pipa tersebut dan menjaganya dari berbagai kerusakan pada pipa itu sendiri. Spesifikasi pipa material  dan spesifikasi gravitasi adalah tersusun  sederhana sehingga pipa tersebut akan memiliki gaya hidrodinamika . Selain itu dalam proses pendesignan pipa ini juga harus memperhatikan analisa dari kondisi pipa yang berada  dibawah yaitu efek tekanan , expansi panas dan beban pada pipa itu sendiri. Jadi disini dapat kita sim pulkan tantang proses pendesignan pipa ini harus memperhatikan berbagai factor yaitu :
~  Gaya yang terjadi pada tanah disekitar  pipa (tanah mengalami       pergerakan)
~   Beban  yang harus ditanggung pipa dalam  kegiatan operasi.
~   Efek Tekanan  yang terjadi disekitar pipa.
~   Terjadinya Expansi Panas disekitar pipa.
~   Temperatur dari pipa ini juga harus diperhatikan, dalam design pipa.
Dan dalam kegiatan pendesignan ini yang juga harus diperhatikan adalah  apabila pipa ini sudah terpasang dalam kedalaman air laut tertentu, Maka yang harus diperhatikan adalah terjadinya Buckling ( Tekuk ). Hal ini sangat penting karena jika pipa  Offshore ini akan mengalami bukling / tekuk maka jika tidak  segera ditanggulangi maka pipa – pipa ini akan mengalami Fatigue ( keretakan ).

Tuesday, 8 May 2012

Pengenalan Bangunan Lepas Pantai

-->

Pengenalan Bangunan Lepas Pantai

1.3.1       Floating Production Storage and Offloading (FPSO)

Floating Production Storage sekarang banyak digunakan dalam operasi di lepas pantai, dari yang sederhana hingga sistem yang terintegrasi dengan peralatan yang sophisticated. Contoh pemakaian dari sistem ini banyak dipakai di daerah North Sea tepatnya di Argyll, Buchan, Balmoral dan Rob Roy/Ivanhoe Field. Sub-sistem dan komponen yang ada di FPSO meliputi antara lain :
1.   Satu atau lebih sumur produksi dan assesoriesnya seperti christmas tree yang dipasang di Sea Bed.
2.   Subsea base dimana flow line diikatkan ke riser,terutama bila ladang minyak dieksploitasi dari beberapa sumur minyak.
3.   Anchoring point.
4.   Mooring production riser dengan Singgle Point Mooring (SPM) untuk mentransfer minyak ke permukaan air dan juga untuk mooring dari tanker.
5.   Crude Oil Storage, yang meliputi fasilitas produksi, personel quarters, flare stack.
                FPSO telah diidentifikasi oleh para pakar industri minyak yang mengatakan sangat cocok untuk Early Production Systems (EPS) dan juga untuk daerah/ladang minyak yang tergolong "marginal", hal ini disebabkan karena :
1.   Mengurangi Capital Investment yang diperlukan.
2.   Meskipun dipakai untuk eksploitasi didaerah laut dalam, kenaikan investasinya dirasakan tidak begitu besar.
3.   Proses konstruksi komponen yang menyertainya relatif singkat.
4.   Akibatnya FPSO dapat dipakai untuk mempercepat terjadinya positip cash flow.
Early Production System adalah sistem yang dipakai untuk eksploitasi minyak di lepas pantai khususnya, dengan sejumlah sumur saja kita sudah dapat mulai berproduksi, sehingga akan memperkecil capital investment. Dengan demikian FPSO dapat dipakai untuk :
1.   Mempercepat menghasilkan revenue.
2.   Memberikan informasi reservoir (terutama Performancenya), Sehingga sangat berguna untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.
3.   Dan sebagai akibatnya dapat dipakai untuk menentukan rencana akhir dari field development.

Contoh dari EPS ini telah diterapkan di Brent Field North Sea.



















 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 



 

 

1.3.2       Concrete Gravity Platform

Concrete Gravity Structure adalah bangunan yang dapat duduk stabil di dasar laut karena beratnya structure tersebut, sehingga tahan terhadap dorongan arus dan pukulan ombak. Caissons pada gravity structure dapat berfungsi sebagai storage tank atau sebagi tanki ballast. Concrete Gravity Structure banyak dipakai untuk perairan yang sangat dalam, dimana jacket structure tidak lagi feasible karena beban akibat overturning moment pada bagian sea bed yang sangat besar.
Element struktur utama dari gravity platform ini adalah:
1.   Foundation.
2.   Caisson.
3.   Tower.
4.   Deck.                               
5.   Modules.

ad.1).      Ada satu bagian structure yang penting di pondasi yaitu Skirts.
Skirts ini penting untuk menambah kekuatan pondasi di dasar laut, karena skirts akan masuk kedasar laut; apalagi bila structure tanah dimana gravity platform ini di install tidak begitu keras. Sehingga pemakaian skirt dimungkinan untuk berbagai karakteristik tanah di dasar laut dengan memvariasikan panjang skirtnya.
ad.2).      Caisson ini bermanfaat untuk bouyancy dan stability pada saat towage; disamping itu juga bermanfaat untuk menjaga stabilitas pada saat operasional, hal ini sangat dimungkinkan karena berat dari structure caisson. Karena hal ini pula garity structure tidak lagi memerlukan anchor pada saat operasionalnya.
Manfaat lain dari caisson adalah tersedianya ruangan untuk storage minyak yang dihasilkan, ataupun untuk menyimpan fuel oil untuk keperluan generator pembangkit listrik dan lainnya.
ad.3).      Sebagai structure penyangga deck, sehingga menambah kokohnya bangunan ini. Tower ini karena berhubungan langsung dengan caisson akan menambah stabilitas  structure secara keseluruhan. Sedang ruang yang ada dapat dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan pipa atau lainnya. Fungsi lainnya dari tower ini adalah dapat dipakai sebagai pelindung pipa condutors dari pengaruh ombak dan juga sebagai ruangan pelingdung untuk berbagai peralatan.
ad.4).      Dipakai untuk mengintegrasikan modul-modul yang ada di top side.
ad.5).      Biasanya dipakai untuk menyimpan peralatan drilling, produksi atau untuk akomodasi.

Design philosophy yang harus diperhatikan meliputi antara lain lingkungan, faktor ekonomi yang menyertainya, waktu fabrikasi yang sesingkat mungkin, sebanyak mungkin fabrikasi dilakukan di darat sehingga mengurangi biaya dan juga struktur harus dapat mengapung dengan sarat yang rendah pada saat proses fabrikasi perlu mendapat perhatian kita semua. Sedang standard code yang dipakai sama seperti pada steel platform yang mengadopsi dari berbagai standard code practice yang telah dikeluarkan oleh sejumlah institusi yang ada; seperti misalnya American Petroleum Institute, Det Norske Vertas, LLoyd dan juga dari Departement Energy. Baik yang menyangkut planning, design, recommendation, construction, inspection dan lain-lainnya. Struktur dari Concrete Gravity Structure dapat dilihat pada gambar berikut ini.



1.3.3       Semisubmersible

Adalah suatu floating body yang berbentuk lain dari pada kapal-kapal konvensional biasa. Bangunan ini mempunyai platform atau geladak dengan berbagai konfigurasi, seperti bentuk empat persegi panjang, segi tiga atau segi banyak. Dimana platform tersebut disangga oleh columns yang menghubungkan platform dengan under displacement hulls atau paltform tersebut duduk pada beberapa vertical caissons. Tujuan utama dari design ini adalah untuk mengurangi wave forces. Hal ini dimungkinkan karena penempatan dari sebagian besar displacement members berada jauh di bawah permukaan air laut atau di bawah wave action, stability dari structure cukup dijamin oleh vertical columns. Bracings dipasangkan sebagai penguat bangunan, karena menghubungkan antara columns dengan columns, columns dengan sisi-sisi yang lain dan juga antara columns dengan geladak.

1.3.4       Jack up rig

Jack up adalah platform pengeboran yang kaki-kakinya dapat diturunkan dan dinaikkan sehingga dapat berdiri pada dasar laut dan platform deck dapat diangkat sampai mencapai suatu kedudukan yang dikehendaki dan tidak terpengaruh oleh ombak dan arus laut. Unit geladak harus kedap dan mempunyai bouyancy dan stability yang cukup apabila rig tersebut dirupakan sebagai alat transport selama transit.
Drilling barge, drilling ship, jack up dan semi submersible adalah alat alat yang mobile ( dapat bergerak ); oleh karena itu juga dilengkapi dengan peralatan navigasi dan perlengkapan dynamic positoning system yang berfungsi untuk membantu mobile tersebut untuk tetap berada ditempatnya walaupun dihempas oleh ombak & arus laut. Hal tersebut adalah mungkin oleh system, controller, measuring system, remote thrust control system dan control panel.

Peralatan untuk production ( exploitation )
Peralatan untuk production terdiri dari :
                -               Jacket type - fixed steel structure ( Gambar 1.8 )
                -               Concrete Gravity Platform ( Gambar 1.5 )
                -               Articulated Loading Platform ( Gambar 1.9 )
                -               Tension Leg Platform ( Gambar 1.10 )
                -               Guyed Tower (Gambar 1.11 )

Peralatan untuk pelayanan produksi dan peralatan - peralatan lainnya
Contoh-contoh  peralatan untuk pelayanan produksi dan hasil produksi adalah sebagai berikut
                -               Storage tank
                -               Crane barge - kapasitas crane biasanya bervariasi antara 100 - 750 ton.
                -               Pipe laying barge
                -               Submersible atau underwater carrier.

Pipa laying barge adalah suatu barge atau kapal yang dipergunakan pemasangan pipa dasar laut. barge tersebut dilengkapi dengan supporting member untuk pipa yang diturunkan kelaut dan tensioner adalah equipment untuk mengatur kedudukan pipa supaya duduk diatas stringer. Pipe laying barge dilengkapi juga dengan bengkel bengkel las, mekanik, dan unit pemeriksaan radiography, juga kadang kadang dipasang juga heavy crane diatas barge. Submersible atau underwater carrier banyak digunakan pada waktu pemasangan peralatan lepas pantai dan untuk pemeriksaan dibawah laut diperlukan juga alat apung sejenis ini.

1.3.5       Jacket type steel fixed platform

Untuk jangka waktu beberapa tahun yang lalu, dasar-dasar perencanaan dan pembangunan suatu offshore structure didasarkan atas dasar pengalaman pengalaman civil engineering untuk bangunan (struktur) di daratan. Dewasa ini, disebabkan oleh perkembangan offshore engineering terbukti telah terjadi masalah-masalah yang pelik didalam aspek-aspek perencanaan, pembangunan, pemeriksaan berkala terhadap offshore struktur yang dibangun di kedalaman laut yang bertambah dalam sehingga menuntut usaha bersama di antara beberapa profesi engineering untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul untuk meningkatkan faktor keamanan dan mengurangi resiko terhadap rusaknya lingkungan dan sumber daya alam.
Fixed jacket offshore structure adalah merupakan suatu unit konstruksi yang dirancang untuk dipergunakan selama ladang minyak di lokasi tersebut masih produktif, biasanya untuk jangka waktu sekitar 20 tahun. Selama waktu tersebut konstruksi platform harus dijamin tentang segi kekuatan maupun keselamatannya dalam menerima pembebanan-pembebanan akibat lingkungan sekitarnya, ombak, angin, arus, gempa bumi, beban akibat modul modul perlengkapan yang ada diatas platform.
Jenis platform dilihat dari penggunaan dan equipment pada deck module adalah antara lain :
                -               well head platform
                -               function platform
                -               living quarter platform
                -               process platform
                -               flare platform
Pada gambar 1.8 ditunjukkan salah satu jenis fixed offshore platform.

Konstruksi fixed offshore platform
                A.            Konstruksi suatu " Fixed Offshore Platform " nampak pada gambar no. 11. sebagai contoh suatu platform di laut Jawa dengan kedalaman 89 FT; secara konstruksionil platform terdiri dari :
1.      Kaki - kaki ( jacket legs ) yang terbuat dari pipa yang berongga. Jumlah kaki - kaki tersebut dapat : 1 (satu) monopod, 3(tiga) tripod, 4(empat), 6(enam), 8(delapan): tergantung pada penggunaan platform tersebut.
2.      Vertical bracings adalah pipa penghubung horizontal bracing dibawah dan diatas.
3.      Diagonal bracings adalah pipa penghubung jacket legs dengan vertical atau diagonal bracings. Jacket legs dan bracing membuat konstruksi jacket menjadi suatu konstruksi yang tegar.
4.      Pondasi tiang pancang ( foundation pilling ) adalah pipa pancang yang dipancangkan dalam jacket legs masuk kedalam tanah sampai kedalaman tertentu sehingga tiang pancang tersebut sanggup menahan berdirinya jacket construction terhadap beban - beban ombak angin, arus, beban geladak, beban gempa bumi.
5.      Ujung diatas foundation piling dihubungkan dengan pengelasan dengan pipa jacket dan disambungkan dengan kaki - kaki  cellar deck.
6.      Diatas terdapat, cellar deck, main deck atau helicopter deck tergantung dari pada penggunan platform tersebut.