Showing posts with label SISTEM NAVIGASI KAPAL. Show all posts
Showing posts with label SISTEM NAVIGASI KAPAL. Show all posts

Friday, 14 June 2013

Peralatan-Peralatan Navigasi di Kapal

 Peralatan-Peralatan Navigasi di Kapal

Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 dan Colreg (collison regulation 1972) seluruh kapal harus dilengkapi dengan peralatan Navigasi sebagai berikut :

A. Lampu Navigasi
B. Kompas magnent 
C. Peralatan Navigasi lainnya
D. Perlengkapan Radio/ GMDSS
E. Echo sounder
F. GPS, fax dan Navtex
G. Radar kapal dan Inmarsat
H. Engine Telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara

KETERANGAN :

A. Lampu Navigasi / Navigation light
Lampu navigasi dipasang dikapal sesuai dengan peraturan Colreg (collision regulation 1972) dan dinyalakan pada cuaca gelap untuk mengetahui arah kapal,
jenis kapal dan besar kapal sbb :
  1. Lampu tiang depan / fore masthead light
  2. Lampu tiang utama (untuk kapal panjang lebih 50 m) / main masthead
  3. Lampu samping kiri dan kanan / PS and SB light
  4. Lampu buritan / stern light
  5. Lampu gandeng / towing light
  6. Lampu jangkar depan / belakang / anchor light
  7. Lampu mesin induk mati / not under command light

B. Kompas magnet / Magnetic compass
Kompas magnet merupakan kompas utama sebagai alat untuk penentu arah kapal, kompas dipasang di anjungan kapal atau di geladak kompas diatas anjungan. Kompas magnet harus selalu dikoreksi, karena kemungkinanpengaruh logam sekitar magnet. Untuk kepentingan pembacaan dimalam hari, rumah kompas dilengkapi lampu penerangan. Untuk kapal ukuran tertentu, dipasang Gyro compass sebagai kompas tambahan.


Picture. Gyrocompass

C. Peralatan Navigasi lainnya / Other Safety Navigation

Di kapal masih ada peralatan Navigasi lainnya :
  1. Lampu isyarat siang hari / daylight signalling lamp (Lampu ini digunakan untuk pemberian isyarat morse pada siang hari, lampu ini juga disebut Aldist lamp. Tenaga lampu ini menggunakan arus DC .)
  2. Bel / forecastle bell, digunakan sebagai peringatan keadaan bahaya atau digunakan sebagai tanda pergantian waktu jaga di anjungan .
  3. Gong, mempunyai fungsi yang sama dengan bel
  4. Suling kapal/suling kabut / ship whistle/fog horn digunakan untuk isyarat bunyi pada saat kabut .
  5. Bola jangkar dan kerucut / Black ball and black diamond shape, digunakan untuk tanda bahwa kapal pada posisi lego jangkar (kerucut untuk kapal ikan)

D. Perlengkapan Radio / Radio Equipment
Sesuai dengan peraturan SOLAS 1974 seluruh kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan Radio, yaitu radio telephony (untuk kapal dibawah 300 grt) sedangkan untuk kapal GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan sistim radio GMDSS (Global Marine Distres Signal Systim) dengan peralatan terdiri sbb :
  1. Radio telephony lengkap dengan sistim antena yang dapat menerima dan memancarkan freq. 2182 kHz, dan memiliki sumber tenaga batteray.
  2. VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type tetap
  3. Two way VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type genggamtahan cuaca/air
GMDSS

Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 chapter IV, seluruh kapal dengan GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan peralatan GMDSS. GMDSS merupakan perangkat lengkap instalasi radio yang terpadu yang dilengkapi dengan sistim Distress. Kelengkapan radio GMDSS dikapal disesuaikan juga dengan Area pelayaran kapal.

Pada GMDSS dilengkapi sistim duplikat, artinya semua perangkat berjumlah 2 unit, sebagai contoh VHF radio utama dan VHF radio duplikat. GMDSS diproduksi oleh pabrik radio kapal secara khusus dan mendapat pengesahan sesuai persyaratan SOLAS e. Peralatan pendeteksi kedalaman laut/ Echo sounder

E. Echo sounder
merupakan peralatan electronic untuk mengetahui dan mengukur kedalaman laut antara lunas kapal dengan dasar laut, peralatan ini sangat dibutuhkan apabila kapal berlayar diperairan dangkal atau perairan yang mempunyai pasang surut yang tinggi. Peralatan ini dipasang dianjungan kapal, penunjukan dapat berupa grafik atau berupa angka digital.


F. GPS (global positioning system)
Merupakan peralatan electronic untuk mengetahui dan menentukan posisi kapal berdasarkan derajat lintang dan bujurnya, sehingga dengan mudah kapal dapat diketahui posisinya secara tepat apabila diplot pada peta. Alat ini bekerja dengan bantuan satelit. GPS juga dapat melihat dan mengikuti jejak pelayaran kapal secara tepat. GPS juga dapat dilengkapi dengan peralatan speed log, pengukur kecepatan berlayar kapal.


Gambar. GPS

G. Radar Kapal / Ships radar
Radar kapal adalah merupakan alat elektronik untuk mendeteksi adanya obyek disekitar kapal dalam radius sesuai jangkauan radar 5 mil, 10, 20 bahkan 100 mil Unit radar terbagi dua bagian yang terdiri dari unit monitor yang terpasang dan dapat dibaca diruang anjungan, unit kedua adalah scanner merupakan peralatanyang dapat berputar dan terletak diatas ruang anjungan atau terpasang pada salah satu tiang kapal.

Monitor radar beragam, ada yang menampilkan warna hijau dan pada saat ini monitor radar sudah banyak yang berwarna Pada monitor radar terdapat beberapa fasilitas yang sangat berguna a.l. fasilitas plotting, tracking ataupun untuk menangkap signal khusus .


H. Engine telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara
  1. Engine Telegraph adalah alat khusus untuk berkomunikasi antara anjungan dan ruang mesin, alat ini untuk memberi isyarat secara visual kebutuhan operasi menjalankan kecepatan mesin induk, misalnya perintah start engine, slow engine, full speed ataupun stop engine.
  2. Engine telegraph bekerja paralel antara anjungan dan kamar mesin, alat ini dilengkapi bagian yang menunjukkan konfirmasi pelaksanaan perintah yang dapat dibaca di anjungan dan kamar mesin, alat ini juga dilengkapi alarm apabila terjadi kesalahan respon
  3. Engine telegraph dipersyaratkan untuk kapal-kapal yang memiliki notasi sesuai klasifikasi, sebelum adanya engine telegraph bahkan sekarang masih digunakan adalah sistim voice tube, suatu tabung untuk meneriakan perintah antara anjungan dan kamar mesin.
  4. Telepon Internal adalah alat untuk berkomunikasi dua arah antara anjungan dan ruang-ruang dikapal atau alat komunikasi antar ruangan. Untuk komunikasi antar anjungan dengan kamar mesin dipasang telepon khusus. Telepon ini harus dipasang di ruang anjungan kamar kapten, kkm dan perwira dek, ruang salon, ruang kontrol kamar mesin, ruang mesin, dapur, ruang steering gear dan ruang lain yang penting.

Telepon Internal

Selain untuk komunikasi, sistim telepon dapat digabung dengan peralatan panggil atau public addressor, yang digunakan untuk memanggil atau memberi perintah secara terbuka melalui pengeras suara diseluruh kapal. Selain telepon Internal, pada saat ini sudah banyak kapal yang dilengkapi dengan telepon satelit, telepon ini menggunakan fasilitas satelit inmarsat. Namun pada saat ini biaya telepon ini masih cukup mahal sekitar USD 20 per menit.


Referensi dari berbagai sumber :
- Lecture Notes "Sistem dan Perlengkapan Kapal"
- SOLAS 1974 dan COLREG 1972
- Sistim dan Perlengkapan Kapal – soekarsono NA
- Bureau Veritas Rules and Regulation
- navalport
- maritime world

Friday, 22 February 2013

KOMPAS DAN SISTEM KEMUDI


KOMPAS DAN SISTEM KEMUDI

KOMPAS DAN SISTEM KEMUDI
KOMPAS MAGNET


Azaz: kutub sejenis akan tolak-menolak, yang berlawanan akan tari-menarik





KETEL KOMPAS
Ada 2, yaitu BASAH dan KERING


a. Basah berisi larutan alkohol 30% dan air suling 70%
Kegunaan larutan trersebut adalah peredam goncangan.
Syaratnya adalah bahan harus bebas dari besi, artinya harus alumunium


Cara memeriksa: Dengan cara piringan yang diayun akan cepat kembali kekedudukan semula

Cara penyimpanan kompas:
a. Dimasukkan ke kotak khusus dan diberikan bantalan yang lunak
b. Bebas dari getaran dari mesin kapal
c. setiap akan dipakai artinya jika kapal akan berlayar, selalu harus dikoreksi artinya SALAH TUNJUK (ST)

Garis Layar:
1. Letak garis layar harus selalu didepan lingkaran didalam ketel
2. harus sejajar dengan lunas kapal
3. baring kedengan salah satu tiang kapal
4. Titik pusat pesawat baring, artinya tempat kedudukan pijera celah alat untuk membaring




Cincin Lenja
1. Masing-masing piringan duduk pada cincin diluar
2. Agar tetap datar kalau kena goncangan artinya tetap rata-rata air

Syarat-syarat ketel
1. Tidak boleh mengandung magnet
2. Tutup kaca harus tetap pada keadaan datar
3. Kalau ketel mengayun tidak menyentuh apa-apa
4. Tuntung semat berdiri ditengah-tengah
5. garis layar harus tetap pada tempatnya




Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. cairan ketel harus dalam keadaan penuh
2. Pengapung harus kedap
3. Pedoman basah terpasang pada Cincin lenja



PEKA
Jika piringan dieluaran pada kedudukan maka ia harus cepat kembali



TENANG
jika piringan terganggu oleh pengaruh luar, maka ia tak boleh lekas mengayun

contoh:
1. Pengaruh olengan kapal
2. Getaran-getaran kapal, waktu mesin kapal mundur
3. perubahan haluan kapal

Salah KOLIMASI
Bila mempunyai sudut penyimpangan poros jarum-jarum magnetik mawar dengan garis mawar U-S pedoman.


Kesalahan-kesalahan pedoman magnet sbb:
1. Kesalahan sendiri, yaitu bila U-S tidak berimpit dengan poros magnet pedoman
2. Kesalahan dari luar, adanya pengaruh magnet terhadap body kapal/logam yang mempengaruhi magnet

Cara menguji TENANG:
1. putar piringan dengan sudut kecil (30)
2. lepas dan baca petunjunya. putar arah berlawanan, lepas terus dibacaUsaha memperbesar KEPEKAAN:
1. Moment magnit besar
2. berat piringan KECIL/RINGAN


Keuntungan pedoman zat cair dan kering
1. Karena ada tekanan, getaran bisa diredam sehingga sungup dan sepat ta cepat aus
2. bisa dibuat lebih tenang dan peka
3. apabiula ada pengaruh luar, segera menyimpang dan setelah pengaruh hilang, segera kem,kembali ke kedudukan semula

Kerugiannya:
1. Sering timbul gelembung-gelembung udara
2. Pada waktu menimbal pedoman akan sukar

Pedoman Gasing (Gyro Compas)
Pengertian
a.gyros artinya berputar, Skopein artinya melihat
atau melihat bumi berputar. Theori dari sarjana France
b. sebuah benda yamg dapat berputar cepat 6000 rpm mengelilingi poros dan dapat berputar 3 arah
c. Syarat-syarat Gyroscope
1. Reseltante semua gaya harus bertumpu pada titik berat gasing
2. Ketiga poros harus berdiri tega\k lurus satu sama lainnya
3. ketiga poros saling memotong dititik ber4at gasing


Tipe pedoman gasing:
1. Spery (USA)
2. Brown (Inggris)
3. Anschutz (Jerman)


Beberapa euntungan pedoman gyro:
1. Arah selalu sejati
2. Pembacaan sangat seksama,pembesaran mawar pedoman emudi teliti sampai dengan 1 derajat
3. Pemasangan repeater, Ki/Ka diluar anjungan sehingga carkawala bebas
4. padas watui kapal oleng, juru mudi melihat haluan cepat


Kerugian dengan memaai pedoman gasing
1. instalasi sangat lengap dan sangat mahal
2. Susunan/instalasi juga sangat rumit, alau terjadi perubahan pada generator tenaga listrik dan terjadi penurunan voltase penunjukkan arah pedoman akan kacau sebelum voltase normal
3. Jika terjadi kerusakkan dilaut, sulit untuk diperbaii sebab ahlinya ada didarat


PENATAAN KEMUDI
1. Penataan roda kemudi
2. Penerus roda kemudi ke mesin penggerak kemudi
3. Kopling pada penerus gerak
4. Mesin penggerak daum kemudi


PERSYARATAN PADA KAPAL PENUMPANG
1. Harus bisa cikar 35 ka/ki dengan full speed dalam waktu 28 detik Ki35 -Ka30
2. Kemudi darurat dengan tenaga
3. Jika kapal dengan kemudi ganda tidak diwajibkan adanya kemudi darurat



PERSYARATAN KAPAL BARANG
1. Pangsi/engsel ganda dengan diameter 14 inci. Kemudi darurat boleh dengan tenaga
2. Sama dengan no.3 untuk kapal penumpang


PENATAAN KEMUDI DAN TENAGA PENGGERAK
1. Tangan
2. Tenaga uap
3. Tenaga listrik
4. tenaga listri hydraulis


Hk Gasing I
Poros suatu gasing yang berputar sangat cepat

TILTING
Perubahan sudut yang terjadi antara permukaan bumi dan poros gyroskop dalam arah vertical

DRIFTING
Perubahan sudut yang terjadi antara garis meridian bumi dengan poros gyroskop dalam arah horizontal, yang disenbabkan oleh komponen vertical dari perputaran bumi
KESIMPULAN
Kedudukan ujung poros sebuah gyroskop dilihat dari rotasi bumi


Gyroskop belum bisa dipaai sebagai pedoman karena:
1. Titik berat gasing tidak mungkin diusahakan tepat pada poros
2. Jiaq gasing tersentuh benda asing maka akan menunju earah lain
3. posisi gasing tidak duduk dalam arah U-S tetapi ia akan berputar

Kesalahan pada pedoman gasing:
1. kesalahan haluan dan kecepatan tergantung pada
a. lintang penilik
b. haluan
c. kecepatan kapal
2. Kesalahan peredaman
tergantung pada penilik, nilai tetap untuk semua haluan
3. Kesalahan balistik
karena perobahan kecepatan yang mendadak
Cara menghilangkannya sbb:
1. gyro digantung pada horizontal azis
2. gyro dibalance
4. kesalahan ayunan
tindaan cara pencegahannya:
a. Sensitive elemen harus dibalance
b. Pipa penghubung dari HG. dipersempit
c. Diatas bejana diberi pemberat
d. Spider digantung dengan silinder minyak




Istilah-Istilah Dalam Navigasi


Istilah-Istilah Dalam Navigasi



AIS
Automatic Identification System
AMVER
Automated Mutual-Assistance Vessel Rescue System: a worldwide voluntary system operated exclusively to support SAR and to make information available to all RCCs
ARCS
Admiralty Raster Chart Service: electronic raster charts produced by the United Kingdom Hydrographic Office
ARPA
Automatic Radar Plotting Aid
ASF
Additional Secondary Factor: corrections to be applied when plotting Loran C positions on charts to take into account variations in the conductivity of the earth’s surface over which the signals pass
ATA
Automatic Tracking Aid: electronic plotting device or radars
CES
Coast Earth Station: maritime name for an INMARSAT shore-based station linking ship earth tations with terrestrial communication networks
COLREGS
Convention on the International Regulations for Preventing Collisions at Sea, 1972, as amended
COSPAS-SARSAT
A satellite system designed to detect distress beacons transmitting on the frequency 406 MHz
DATUM
A datum is a reference system for specifying positions on the earth’s surface. Each datum is associated with a particular reference spheroid that can be different in size, orientation and relative position from the spheroids associated with other horizontal datums. Positions referred to different datums can differ by several hundred metres
DGPS
Differential Global Positioning System (see GNSS)
DOC
Document of Compliance issued to the ship operator under the ISM Code
DP
Dynamic Positioning: the ability of a ship to maintain automatically a pre-set position and heading by using her own propellers and thrusters
DPO
Dynamic Positioning Operator, usually a bridge watchkeeper
DSC
Digital Selective Calling: a technique using digital codes which enable a radio station to establish contact with, and transfer information to, another station or group of stations
EBL
Electronic Bearing Line: a radar feature
ECDIS
Electronic Chart Display and Information System
ECS
Electronic Chart System
EGC
Enhanced Group Call: part of the INMARSAT system that complements the NAVTEX system to supply SafetyNET and similar information broadcast services
ENC
Electronic Navigational Chart
EP
Estimated Position
EPA
Electronic Plotting Aid: electronic plotting device for radars
EPIRB
Emergency Position Indicating Radio Beacon: a device that transmits distress alerting signals usually via satellites
FPSO/FGSO
Floating Production, Storage and Offloading/Floating Gas Storage Offloading ship/vessel or unit: an oil/gas production facility
GLONASS
Global Navigation Satellite System (see GNSS)
GMDSS
Global Maritime Distress and Safety System: a global communications service based upon automated systems, both satellite and terrestrial, to provide distress alerting and promulgation of maritime safety information for mariners
GNSS
Global Navigation Satellite System: a worldwide position and time determination system that includes one or more satellite constellations and receivers
GOC
General Operator’s Certificate: a GMDSS radio operator’s certificate for use on ships trading beyond GMDSS Sea Area A1. This is now usually incorporated into the STCW qualifications of deck officers at the operational level.
GPS
Global Positioning System (see GNSS)
HF
High Frequency
HPR
Hydroacoustic Position Reference: a PRS often used in conjunction with DP, configured with sea-floor acoustic transponders
IAMSAR
International Aeronautical and Maritime Search and Rescue Manual: published in three volumes jointly by ICAO and IMO
IBS
Integrated Bridge System
ICAO
International Civil Aviation Organization: Montreal based United Nations intergovernmental body
IHO
International Hydrographic Organization: Monaco based intergovernmental body
ILO
International Labour Organization: Geneva based United Nations intergovernmental body, responsible for seafarers’ employment standards
IMO
International Maritime Organization: London based United Nations intergovernmental body, responsible for the safety of life at sea, including navigational rules, and the protection of the marine environment
NAVTEX
Telegraphy system for broadcasting marine weather forecasts, navigational warnings, SAR alerts and other warnings and urgent information to ships in coastal waters (up to 400 nautical miles) under the WWNWS
NBDP
Narrow-Band Direct Printing telegraphy used for radiotelex and NAVTEX
NOAA
National Oceanic and Atmospheric Administration: United States producer of electronic raster charts
OOW
Officer of the Watch
PRS
Position Reference System: a navigational sensor (e.g. DGPS) used in conjunction with a DP system
RCC
Rescue Co-ordination Centre: a unit responsible for promoting the efficient organisation of SAR services and for co-ordinating the conduct of SAR operations within a SAR region
RCDS
Raster Chart Display System
RENC
Regional Electronic Navigational Chart Co-ordinating Centre: supplier of official chart data
RNC
Raster Navigational Chart
ROC
Restricted Operator’s Certificate: a GMDSS radio operator’s certificate for use on ships trading only in GMDSS Sea Area A1 R/T Radio Telephony S-57 Edition 3 IHO’s latest transfer standard for digital hydrographic data for use with ECDIS
SafetyNET
INMARSAT service for promulgating MSI to ships on the high seas; it includes shore-to-ship relays of distress alerts and communications for SAR co-ordination
SAR
Search and Rescue/International Convention on Maritime Search and Rescue, 1979, as amended
SART
Search and Rescue Transponder: a portable radar transponder for use in survival craft, which transmits homing signals in the 9 GHz band
SENC
System Electronic Navigational Chart: a database that comprises ENC data, ENC updates and other data added by the mariner that is accessed by, and displayed on, the ECDIS
SES
Ship Earth Station: shipborne satellite communication station, used for exchanging messages with shore subscribers and ships
SMCP
Standard Marine Communication Phrases: an updated version of SMNV that includes phrases that have been developed to cover the most important safety-related fields of verbal communications
SMNV
Standard Marine Navigational Vocabulary: adopted by IMO for communications on board ship as well as for those between ship and shore
SMPEP
Shipboard Marine Pollution Emergency Plan
SMS
Safety Management System under the ISM Code
SOLAS
International Convention for the Safety of Life at Sea, 1974, as amended
SOPEP
Shipboard Oil Pollution Emergency Plan
STCW
International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers, 1978, as amended STCW Code Seafarers’ Training, Certification and Watchkeeping Code, appended to the STCW Convention
S-VDR
Simplified Voyage Data Recorder
TMC
Transmitting Magnetic Compass
UMS
Unmanned Machinery Space
VDR
Voyage Data Recorder
VRM
Variable Range Marker: a radar feature
VTS
Vessel Traffic Services
WEND
World Electronic Navigational Chart Database
WGS84
World Geodetic System 1984 datum
WMO
World Meteorological Organization: Geneva based United Nations intergovernmental body
WWNWS
World-Wide Navigational Warning Service: established by IMO in collaboration with IHO for the dissemination of navigational warnings to ships
WWRNS
World-Wide Radio Navigation System: terrestrial and satellite radio-navigation systems that have been accepted by IMO as capable of providing adequate position information to an unlimited number of ships
XTE
Cross Track Error

Sumber: berbagai sumber buku pelayaran http://www.noltime.com, 

Sunday, 1 April 2012

Kemudi Kapal




Kemudi kapal adalah suatu sistem yang berguna untuk merubah arah gerak kapal  (bermanuver) . Sistem kemudi ini terdiri dari berbagai rangkaian mulai dari mesin kemudi sampai pada alat geraknya yang berupa Rudder (daun kemudi). Sistem kemudi terdiri atas :
  1. Pesawat pengontrol
  2. Mesin Kemudi
  3. Poros kemudi
  4. Daun kemudi

Gambar 1. Mesin kemudi

Mesin kemudi di kapal transmisi geraknya secara mekanis maupun hidrolis. Untuk gambar 1 merupakan salah satu contoh mesin kemudi secara mekanis.





Daun kemudi (Rudder)
Sedangkan daun kemudi (Rudder) adalah alat untuk mengubah arah kapal yang langsung berhubungan dengan aliran fluida yang melewati lambung kapal.. Baik itu untuk kapal kecil maupun besar. Untuk kapal kayu Rudder biasanya dibuat dari bilah papan, sedangkan untuk kapal baja dibuat dari lembaran plat maupun suatu konstruksi yang ditutup plat.
Untuk rudder pada kapal kayu terlihat sperti gambar dibawah ini :
Gambar 1 Rudder pada kapal kayu

Untuk rudder pada kapal kayu hampir semuanya mempunyai model seperti pada gambar di atas.
Sedangkan pada kapal baja maupun jenis kapal lainnya mempunyai tipe yang beragam yaitu konvensional, maupun yang menyatu dengan type propulsinya.
Untuk kapal fiber maupun kapal ukuran kecil yang menggunakan motor tempel untuk rudder menjadi satu kesatuan denggan penggeraknya. Untuk kapal baja juga terdapat model rudder yang tersebut yaitu type AZIPOD (Azimuth Podded Drive Propulsion) dan Azimuth Thruster, serta ada model Voith Schneider Propeller.









                         a) AZIPOD                                        b) Azimuth Thruster   
Gambar 2 Rudder Propeller



Sedangkan model yang umumnya banyak dipakai adalah tipe konvensional. Tipe ini terdapat pada banyak jenis kapal mulai jenis kapal dagang (merchant ship) sampai ke kapal perang.







Gambar .3 Rudder

Rudder Konvensional ini dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan letak porosnya yaitu :
  1. Rudder duduk ( dengan sepatu linggi)
  2. Rudder setengah menggantung
  3. Rudder menggantung penuh
Untuk lebih jelasnya diilustrasikan dengan gambar di bawah ini

          a) tipe duduk                        b) tipe setengah                c) tipe menggantung
                                                           menggantung  
Gambar 4. Jenis-jenis rudder berdasarkan letak poros

Sedangkan bila dilihat dari jenis daun kemudi dibedakan menjadi 3 jenis  yaitu :
  1. Biasa
  2. Semi balansir
  3. Balansir
Diilustrasikan seperti gambar di bawah ini


















           
                 a) biasa                          b) Semi balansir                c) Balansir
Gambar 5. Jenis –jenis rudder berdasarkan daun kemudi
Contoh konstruksi Rudder