Showing posts with label KELISTRIKAN KAPAL. Show all posts
Showing posts with label KELISTRIKAN KAPAL. Show all posts

Friday, 14 June 2013

Kabel Listrik Kapal


Kabel Listrik Kapal


Kabel sebagai bahan penghantar aliran listrik yang digunakan untuk instalasi di kapal terbuat dari bahan tembaga kecuali pada kasus kabel termokopel untuk peralatan instrumen dimana bahan logam khusus dan campuran seperti Cupro-nikel digunakan pada beberapa kabel. Kabel las yang digunakan pada reparasi kapal dan pekerjaan pada bangunan pengeboran minyak lepas pantai (off-shore drilling rig), dan lain-lain menggunakan aluminium sebagai kawat konduktornya (kawat kabel)—(deter pilfering).

Kabel dari bahan tembaga (kawat kabel) biasanya menggunakan bahan PVC atau beberapa bahan lainnya sebagai bahan isolasi. Isolasi kabel sangatlah penting karena isolasi kabel tersebut harus mampu melindungi konduktor dari kerusakan yang disebabkan oleh kondisi buruk dari lingkungan kabel seperti air laut, beban mekanis, perubahan suhu dan lain-lain. Selain itu isolasi kabel harus sesuai dengan karakteristik listrik listrik dari konduktor dan juga arus listrik akan tergantung pada kondisi dari konduktor. Secara singkat beberapa kerusakan pada konduktor akan mengurangi area luasan dari penampang konduktor sehingga akan meyebabkan tahanan listrik dari konduktor akan meningkat. Selanjutnya akan menyebabkan suhu konduktor akan menjadi lebih tinggi dari yang direncanakan. Kerusakan pada isolasi kabel akan berakibat pada tahanan isolasi yang keseluruhan mendekati nol yang selanjutnya akan berakibat terjadinya short sirkuit. Jadi jelaslah, perlu identifikasi kondisi yang ada di kapal dan di sekitar lokasi dimana kabel akan ditempatkan sebelum mempertimbangkan standar mutu (tipe) kabel yang mampu melindungi kabel dari situasi yang bersifat dapat merusak.

Wednesday, 27 February 2013

KELISTRIKAN KAPAL: Power Feeder (Pengisi Daya)


KELISTRIKAN KAPAL: Power Feeder (Pengisi Daya)


Feeder yang terpisah diharapkan dapat memberikan pelayanan ke panel dan grup control board melayani peralatan bantu pada kamar mesin dan perlengkapan pendingin yang tidak disuplai secara tersendiri. Kipas ventilasi pada kamar mesin, kipas ventilasi untuk tempat tinggal dan tempat kerja serta kipas ventilasi ruang muat disuplai oleh feeder tersendiri. Tiap feeder ventilasi, sirkuit breaker dapat dioperasikan dengan
remote control/kendali jarak jauh untuk memutuskan daya pada feeder dalam kasus kebakaran. Peralatan remote control dapat menghentikan daya dari feeder untuk ventilasi kamar mesin dari tempat atau lorong di luar kamar mesin. Untuk semua saluran ventilasi, peralatan pengendali jarak jauh biasanya ditempatkan pada wheel house ataupun daerah sekitar wheel house, selama memenuhi ketentuan dari rules klasifikasi. Maksud dari pengendalian jarak jauh untuk feeder ventilasi tersebut bahwa secara normal tombol untuk tertutup yang mana pada saat pengoperasian untuk kondisi ‘stop’ berarti pemutusan daya dibawah tegangan tiap peralatan pada sirkuit breaker.

Feeder yang terpisah sebaiknya tersedia untuk peralatan dapur, air heater selain unit isolasi dan tiap peralatan cargo handling. Peralatan ini harus dapat beroperasi pada saat berlayar tanpa disuplai dari feeder untuk peralatan cargo handling. Oleh karena itu feeder biasanya terputus hubungan dari switchboard distribusi pada saat dilaut. Motor  windlass dan capstan mungkin bisa disuplai dari feeder ini jika sesuai. Steering gear disuplai dengan 2 feeder yang independen, terpisah untuk mengurangi kemungkinan kehilangan daya akibat ganguan pada salah satunya. Kedua feeder secara normal disuplai dari layanan switchboard distribusi.

Daya dan Penerangan Kondisi Darurat

Beberapa bentuk penerangan untuk kondisi darurat harus tersedia diatas kapal yang berupa sistem penerangan dengan tenaga listrik. Beban-beban yang harus disuplai dayanya dari sumber tenaga sesaat adalah sebagai berikut ;

a.Lampu-lampu navigasi
 b.Beberapa lampu di kamar mesin yang digunakan untuk menunjukkan kondisi operasional peralatan pada kondisi darurat.
c.Penerangan untuk gang-gang, tangga, jalur untuk penyelamatan, ruang  penumpang dan ABK, kamar mesin.
d.Lampu-lampu untuk penunjuk arah jalan keluar ruangan kapal seperti tanda “keluar/exit” dengan tulisan warna merah.
e.Penerangan umum untuk pengamanan keselamatan pengoperasian pintu kedap.
f.Satu atau lebih lampu penerangan untuk di dapur, ruang makan, ruang radio, ruang mesin kemudi, ruang emergency generator, ruang peta, ruang kendali/anjungan, ruang ABK.
g.Penerangan pada deck sekoci.
h.Sistem komunikasi elektrik utama yang tidak memiliki sumber  penyimpanan daya sendiri.
i.Daya untuk pengoperasian pintu kedap.
 j.Sistem pengeras suara darurat.
k.Satu pompa bilga, pompa pemadam kebakaran dan pompa sprinkler.
l.Sistem untuk smoke detector.

Daya yang disuplai dari sistem darurat harus bekerja secara otomatis dan  paling lambat 45 detik setelah terjadi kegagalan dari sistem daya listrik utama. Suplai daya dari sistem emergency harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

a.Untuk kapal barang 1600 ton keatas yang sumber tenaga untuk kondisi darurat
menggunakan penggerak diesel dan gas turbin harus dapat menyuplai kebutuhan
selama 12 jam terus-menerus.
 b. Kapal barang 300 - 1600 GT keatas yang sumber tenaga untuk kondisi darurat
menggunakan penggerak diesel dan gas turbin harus dapat menyuplai kebutuhan
selama 12 jam.

KELISTRIKAN KAPAL: Lokasi Panel Penerangan


KELISTRIKAN KAPAL: Lokasi Panel Penerangan


Untuk ruang mesin, panel layanan penerangan biasanya pada tingkat operasional
utama. Panel untuk penerangan muatan biasanya terletak pada rumah geladak dari
mesin alat angkat sehingga mudah dijangkau dan penerangan pada tiap ruang muat
dapat dimatikan pada saat pemuatan telah selesai. Panel juga dapat diletakkan di dalam
ruang muat. Jumlah dari panel penerangan ini tergantung dari ukuran dan disain dari
kapal. Umumnya 1 panel untuk tiap ruang muat.

Tiap panel dapat diletakkan pada tengah-tengah lokasi untuk membatasi turun
tegangan pada sirkuit cabang. Panel ini biasanya terpasang di samping pintu sekat
kedap. Untuk ruangan umum panel diletakkan disamping pintu keluar dimana operator
dapat melihat lampu pengontrol.

Sirkuit Cabang Penerangan

Sirkuit cabang untuk penerangan biasanya berkapasitas 15 Ampere, 20 Ampere,
atau 30 Ampere tergantung penggunaan. Sirkuit cabang dengan 15 A digunakan untuk
 penerangan umum dan tiap sirkuit, batas maksimum beban terhubung adalah 12 A
(1380 W) untuk penggunaan kawat kabel standar No. 12 AWG. Sedangkan untuk kawat konduktor standar no. 14 AWG batas maksimum beban terhubung adalah 880
watt. Sirkuit cabang dengan 20 A normalnya digunakan hanya untuk menyuplai
 peralatan lampu tanpa saklar/tombol untuk ruang muat atau penerangan deck. Tiap
sirkuit diberi batas maksimal beban terhubung sebesar 16 A dan kawatnya tidak boleh
kurang dari standar No. 12 A AWG. Sirkuit cabang dengan 30 A secara normal
digunakan hanya untuk menyuplai peralatan lampu tanpa saklar dengan daya lampu
diatas 300 watt. Tiap sirkuit diberi batas maksimum beban terhubung 24 A dan kawat
konduktor tidak boleh kurang dari standar No. 10 AWG.
Tiap cabang sirkuit diberi batas maksimum beban terhubung sebesar 30 A.

Beban terhubung pada sirkuit cabang penerangan umum berdasarkan ukuran
sebenarnya dari lampu yang terpasang (lampu pijar). Tapi tidak boleh kurang dari 50
watt tiap lampu kecuali disain peralatan tidak mengijinkan penggunaan lampu dengan
tegangan yang lebih tinggi dari yang terpasang semula. Beban terhubung untuk sirkuit
menyuplai jenis lampu elektik discharge (flourescent dan mercury) didasarkan pada
 ballast dari arus masuk untuk tiap peralatan. Stop kontak jalur keluar dipasang untuk
memberikan kenyamanan bagi ABK.

Peralatan penerangan khusus memiliki jumlah yang besar pada lampu dengan
tegangan rendah disuplai oleh sebuah sirkuit 3 fase bilamana total beban dari peralatan
tidak melebihi 12 Ampere. Sirkuit penyuplai dikontrol hanya dari panel distribusi dan
arus listrik yang melalui konduktor dibatasi samapai 12 Ampere. Perlindungan terhadap
arus listrik berlebih untuk sirkuit cabang cabang penerangan dibatasi dengan sekring
sampai arus 10 Ampere atau dengan sirkuit breaker untuk 15 Ampere pada sisrkuit daya
880 watt, sekring 15 Ampere untuk sirkuit daya 1380 watt

KELISTRIKAN KAPAL: Distribusi Daya di Kapal

KELISTRIKAN KAPAL: Distribusi Daya di Kapal



Energi untuk beban penerangan dan beban daya Sistem kelistrikan suatu
kapal biasanya disuplai oleh 2 atau lebih generator. Selain itu juga dapat disuplai dari
emergency generator atau dari battery (aki). Daya listrik keluaran dari generator ini
 biasanya semuanya akan dipusatkan menuju ke satu Main Switch Board (MSB).

Biasanya, emergency switchboard dan sistem emergency distribution dayanya
terhubung dengan bus tie dari switchboard di kapal. Jika sistem pelayanan daya di kapal
mengalami kegagalan/kerusakan, sistem emergency distribution akan secara otomatis
 berpindah dari pelayanan normal ke pelayanan Emergency Generator. Ada banyak
disain yang berbeda untuk distribusi daya pada instalasi beban listrik di kapal
tergantung type kapalnya.

Daya listrik atau arus listrik keluaran dari MSB dibagi dalam beban-beban
yang terdiri dari 3 kelompok besar :

-Beban penerangan; semua beban pada kelompok ini mempunyai tegangan 220
V satu phase dengan frekwensi 50 Hz. Kebanyakan beban ini berupa
 penerangan pada gang-gang, ruangan-ruangan tertutup, ruangan terbuka dan
socket keluaran untuk peralatan untuk peralatan-peralatan power yang relatif
rendah.

-Beban daya; semua beban pada kelompok ini mempunyai tegangan 220 V/380
V tiga phase dengan frekwensi 50 Hz. Kebanyakan beban pada kelompok ini
Semua kebutuhan penerangan kapal disuplai dengan beberapa feeder dari sistem
distribusi dari switchboard melalui panel distribusi penerangan. Secara umum hal ini
 bersifat ekonomis dalam operasionalnya sampai batas beban yang disuplai oleh tiap
feeder penerangan kurang dari 100 Ampere sehingga feeder mungkin disuplai dari
sirkuit breaker 100 ampere. Paling kurang 2 feeder disediakan untuk melayani
keperluan penerangan pada setiap ruang mesin. Suatu feeder yang terpisah disediakan
untuk penerangan pada ruang muat. Satu feeder biasanya tersedia untuk tiap cargo hold
yang dapat dimatikan pada switchboard ketika kapal sedang berlayar. Sehingga
mencegah kemungkinan bahaya kebakaran akibat listrik pada ruangan tersebut. Suatu
feeder yang terpisah dari yang lain juga diperlukan untuk menyuplai semua kebutuhan
daya untuk penerangan pada saat operasional dan ruangan yang tak tertutup.

Untuk feeder penerangan, ukuran kabel didasarkan pada 100 % dari total daya
terhubung ditambah rata-rata beban aktif sirkuit untuk tiap bagian switch atau sirkuit
 breaker (stop kontak) pada panel pada saat dialiri atau disuplai.

KELISTRIKAN KAPAL: Frekwensi di Kapal


KELISTRIKAN KAPAL: Frekwensi di Kapal


Dua macam frekwensi daya yang biasa digunakan secara umum  adalah 50
Hz dan 60 Hz. Pemilihan frekwensi yang akan digunakan untuk pemakaian khusus
seringkali ditentukan oleh ketersediaannya di pasaran. Untuk kapal yang beroperasi di
Amerika serikat biasanya menggunakan 60 Hz sedangkan di beberapa bagian belahan
dunia sebagian besar menggunakan frekwensi 50 Hz. Sehingga dalam pemilihan
 biasanya dipilih yang frekwensinya lebih tinggi/besar karena lebih menguntungkan.
Daya keluaran motor sebanding dengan kecepatannya dan untuk itu mesin
dengan 60 Hz secara umum lebih baik dan mempunyai daya yang lebih besar
dibandingkan dengan 50 Hz. Pada mesin 60 Hz dibutuhkan sedikit lempengan besi
sehingga mesin menjadi lebih murah. Dan kecepatan motor yang diperoleh dari suplai
mesin 60 Hz biasanya lebih sesuai.

KELISTRIKAN KAPAL: SISTEM INSTALASI LISTRIK; GENERATOR DAN AC SYSTEM


KELISTRIKAN KAPAL: SISTEM INSTALASI LISTRIK; GENERATOR DAN AC SYSTEM


A) GENERATOR 
Fungsi utama generator diatas kapal adalah untuk menyuplai kebutuhan daya
listrik di kapal. Daya listrik digunakan untuk menggerakkan motor-motor dari peralatan
 bantu pada kamar mesin dan mesin-mesin geladak, lampu penerangan, sistem
komunikasi dan navigasi, pengkondisian udara (AC) dan ventilasi, perlengkapan dapur
(galley), sistem sanitari, cold storage, alarm dan sistem kebakaran, dan sebagainya.
Dalam pendisainan sistem diatas kapal perlu diperhatikan kapasitas dari
generator dan peralatan listrik lainnya, besarnya kebutuhan maksimum dan minimum
dari peralatannya. Dimana kebutuhan maksimum merupakan kebutuhan daya rata-rata
terbesar yang terjadi pada interval waktu yang singkat selama periode kerja dari
 peralataan tersebut, demikian juga sebaliknya. Sedangkan kebutuhan rata-rata
merupakan daya rata-rata pada periode kerja yang dapat ditentukan dengan membagi
energi yang dipakai dengan jumlah jam periode tersebut. Kebutuhan maksimum penting
diketahui untuk menentukan kapasitas dari generator yang diperlukan. Sedangkan
kebutuhan minimum digunakan untuk menentukan konfigurasi dari electric plant yang
sesuai serta untuk menentukan kapan generator dioperasikan.

B) AC system
Pada kapal-kapal baru, sistem distribusi DC saat ini jarang digunakan
karena untuk semua sistem, sistem AC lebih mudah dan murah dibandingkan sistem
DC. Dimana sistem AC lebih simple, ringan dan mudah dalam perawatan. Sistem kawat
kabel tunggal dengan Hull Return sekarang ini jarang digunakan. Dan berdasarkan
SOLAS 1960, tindakan pencegahan harus dilakukan dan sesuai dengan peraturan yang
 berlaku. Kelemahan dari sistem kawat tunggal dalam kaitannya dengan keselamatan
apabila dilakukan isolasi terhadap kabel tidak dapat menjadi indikator untuk kondisi
underload. Dan jika dilakukan survey terhadap kondisi sirkuit ke kebutuhan peralatan
tidak dapat dilakukan pengujian Megger tanpa membuka lampu atau alat pemutus
hubungan/stop kontak (Circuit breaker).

KELISTRIKAN KAPAL


KELISTRIKAN KAPAL



Kapal merupakan bangunan apung yang terdiri atas beberapa bagian atau ruangan penting yang terdapat di dalamnya. Perlu diketahui bahwa ruangan yang ada di atas kapal terbatas dan sangat berguna, sehingga pengaturan dan pemanfaatan ruang yang efisien sangat diharapkan Salah satu ruangan di atas kapal yang perlu mendapat  perhatian khusus dalam penataannya adalah kamar mesin (engine room). Hal ini disebabkan karena kamar mesin pada suatu kapal merupakan pusat dari semua instalasi dan layanan permesinan dan kelistrikan di atas kapal.

Demikian halnya dalam industri Perkapalan, listrik memegang peranan penting karena digunakan sebagai alat bantu dalam pengoperasian suatu kapal. Namun dalam  pengoperasiannya , perencanaan dan pemasangan sering didapati belum terdapat kesesuaian dengan peraturan BKI. Hal ini yang menyebabkan salah satu faktor  kecelakaan di laut.

Generator set sebagai permesinan bantu di kapal berfungsi untuk menyuplai kebutuhan energi listrik semua peralatan di atas kapal. Penentuan kapasitas generator  dipengaruhi oleh load factor peralatan. Load factor untuk tiap peralatan diatas kapal tidak sama. Hal ini tergantung pada jenis kapal dan daerah pelayarannya seperti : faktor  medan yang fluktuatif (rute pelayaran), dan kondisi beban yang berubah-ubah serta  periode waktu pemakian yang tidak tentu atau tidak sama. Penentuan kapasitas generator harus mendukung pengoperasian diatas kapal. Walaupun pada beberapa kondisi kapal terdapat selisih yang cukup besar dan ini mengakibatkan efisiensi generator (load factor generator) berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi biaya produksi listrik per kwh.