Showing posts with label SISTEM LABUH DAN TAMBAT. Show all posts
Showing posts with label SISTEM LABUH DAN TAMBAT. Show all posts

Wednesday, 18 April 2012

JANGKAR KAPAL

-->
JANGKAR
               Pada kapal yang sedang tertambat pada jangkar, bekerja gaya-gaya sebagai berikut;
1. Gaya oleh arus pada dasar kapal
2. Gaya oleh angin pada bagian atas kapal
3. Gaya inersia akibat pitching dan rolling.
Jangkar dan sistem penjangkaran akan menahan gaya-gaya tersebut sehingga kapal berada pada posisi yang stasioner.
               Peralatan penambat meliputi;
-  Jangkar (anchor)
-  Rantai jangkar (anchor chain)
-  Lubang masuk dan keluar jangkar dan rantainya (hawspipe holes)
-  Stopper
-  Peralatan penarik jangkar (anchor handling equipment)

Kapal biasanya dilengkapi dengan tiga macam jangkar;
1.   Jangkar haluan (bower anchor)
2.   Jangkar arus (stream anchor)
Kedua macam jangkar tersebut berguna untuk menahan posisi haluan atau buritan.
3.   Jangkar cemat (kedges anchor), untuk menarik kapal jika terjadi bahaya.


Pengaturan jangkar harus mampu;
-     Melepaskan jangkar secara cepat sampai kedalaman yang disyaratkan dan dapat menghentikan gerak rantai dengan halus.
-     Mengangkat rantai beserta jangkarnya
-     Dapat menahan kapal pada posisi penjangkaran
-     Siap untuk menyimpan jangkar dan rantainya.

CAPSTAN KAPAL

-->
CAPSTAN
            Ada tiga macam penyusunan Capstan yang umum digunakan. Dalam suatu penyusunan motor, elektrik brake, gear reducer dan capstan head diletakkan semuanya pada weather Deck. Penyusunan yang kedua adalah hanya capstan head yang diletakkan pada weather deck, dengan motor electric brake dan gear reducer tergantung dibawah weather deck. Penyusunan ketiga adalah hanya capstan head yang diletakkan di weather deck dengan motor, brake dan gear reducer berada di deck di bawahnya.
            Keuntungan penyusunan dengan cara pertama, semua bagian dapat dirangkai oleh pembuat mesin untuk dipasang ditempat yang diinginkan oleh perencana/pembuat kapal. sedang kerugiannya bahwa motor dan brake harus menggunakan konstruksi yang kedap air, dan penempatannya yang menyusahkan.
            Susunan yang kedua mempunyai keuntungan motor dan remnya diluar weather deck. Sehingga merupakan konstruksi yang tahan terhadap air. Susunan yang ketiga mempunyai masalah  meluruskan mesin penggerak dengan capstan head. Dan juga memerlukan instalasi fleksibel kopling yang dapat menyesuaikan ketidaklurusan .
            Untuk kapal dagang biasanya ketika capstan menanggung beban tertentu ditekankan untuk tidak melebihi 40 % diri yield point dari material. Motor capstan seharusnya reversibel dan biasanya terdiri dari 2 kecepatan (penuh dan seper empat), daya konstan dan bertipe sangkar tupai. Sebuah brake seharusnya ada pada poros motor. Capstan biasanya dirancang untuk kecepatan kira-kira 30 - 35 FPM, ini kira kira sama dengan kecepatan manusia untuk melilitkan tali pada kapstan. Jika motor berkecepatan  penuh dan seperempat seperti disebutkan diatas akan menghasilkan kecepatan 120 - 140 FPM.


(contoh gambar capstan)

WINDLASS KAPAL

-->
WINDLASS

Kegunaan utama dari windlass adalah sebagai penghubung atau penarik tali (rantai) jangakar. Windlass mempunyai kemampuan untuk mengangkat jangkar pada kecepatan rata-rata 5-6 fathoms/menit dari kedalaman 30-60 fathoms.
(contoh gambar windlass)
Pemilihan windllas dilihat dari segi ukurannya tergantung dari beberapa hal antara lain ;
-     Ukuran kapal
-     Service dari kapal
-     Berat jangkar dan rantai jangkar
-     Losses akibat gelombang air
-     Losses akibat gesekan dari hawspipe (30%-40%)
         Pada beberapa kapal, windlass digunakan sebagai alat emergency dan dapat dikombinasikan dengan mooring winch dan warping head pada kapal container, tanker, ro-ro, dan kapal penumpang.