Wednesday, 13 February 2013

PT. PAL INDONESIA (Persero)



Sejarah PT. PAL INDONESIA (Persero)

PT PAL Indonesia (Persero), bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama Marine Establishment (ME) yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939. ME mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan perawatan dan perbaikan kapal-kapal laut yang digunakan sebagai armada Angkatan Laut Belanda yang menjaga kepentingan daerah kolonialnya. Pada masa perang dunia kedua, pemerintah Hindia Belanda di Indonesia menyerah kepada pemerintah Jepang, sehingga perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124.
Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan merubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Berdasarkan keputusan Presiden RI nomer 370/61 tahun 1961, Penataran Angkatan Laut dilebur ke dalam Departemen Angkatan Laut dan namanya dirubah menjadi Komando Angkatan Laut (Konatal). Sejak tahun 1961, Konatal tidak lagi berstatus sebagai perusahaan Negara dan bertugas untuk memelihara, memperbaiki dan membangun kapal-kapal Angkatan Laut.
Perkembangan selanjutnya adalah perubahan status Konatal menjadi perusahaan umum negara berdasarkan peraturan pemerintah nomer 4 tahun 1978. Perusahaan negara ini dikenal dengan nama Perusahaan Umum Dok dan Galangan Kapal (Perumpal). Akhirnya dengan lembaran Negara RI nomer 8 tahun 1980 dan akte pendirian nomer 12 tahun 1980 yang dibuat oleh notaris Hadi Moentoro, SH, pada tanggal 15 April 1980 Perumpal diubah statusnya menjadi Perseroan dengan nama PT. PAL Indonesia (Persero). Sampai dengan saat ini telah diadakan perubahan yang terakhir dengan akte pendirian Nomer I tanggal 4 November 2002.

2.2       Profil PT. PAL Indonesia (Persero)
Lokasi PT PAL Indonesia (Persero) berada di Ujung Surabaya dengan luas area mencapai 120 HA. Kegiatan utamanya adalah memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT PAL Indonesia (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PT PAL Indonesia (Persero) telah melayari perairan di seluruh dunia.



Gambar 2.1  Denah area PT PAL Indonesia  (PT PAL, 2009).

Sebagai salah satu ujung tombak revitalisasi industri maritim nasional Indonesia, PT PAL Indonesia (Persero) senantiasa berjuang keras untuk dapat mewujudkan amanat yang diembannya. Tantangan yang dihadapi dalam waktu dekat ini berupa peningkatan kebutuhan kapal sebagai dampak langsung dari revitalisasi industri yang akan mendorong peningkatan pelayaran dalam negeri. Sebagai usaha untuk mendukung pondasi bagi industri maritim, PT PAL Indonesia (Persero) bekerja keras untuk menyampaikan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat luas industri maritim nasional. Pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi inspirasi PAL Indonesia untuk memelihara produk yang berkualitas dan jasa yang sempurna.
Visi:
Menjadi perusahaan perkapalan dan rekayasa berkelas dunia yang dihormati.
Misi:
·         Meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui pemuasan pelanggan dan insan PT PAL Indonesia (Persero).
  • Menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan jumlah karyawan mencapai 2.685 personil, PT PAL Indonesia (Persero) menerapkan langkah-langkah strategis pengelolaan sumber daya manusia, yang meliputi :
  • Pemangkasan bisnis proses dengan membangun sistim informasi SDM dengan penggunaan sofware SDM yang disebut ASP.
  • Penataan fungsi organisasi, dengan memisahkan fungsi-fungsi non-core/ pendukung tidak lagi dikelola oleh perusahaan tetapi dengan cara outsourcing.
  • Peningkatan kompetensi, dengan membangun standard kompetensi baik fungsional maupun structural sebagai bahan assessment.
  • Restrukturisasi personil yang kompetensinya tidak bisa dikembangkan secara optimal.
  • Penggunaan outsourcing.
  • Mendukung peningkatan produksi disertai dengan pelatihan peningkatan keahlian seperti misalnya pengelasan.


Tabel 2.1.  Software Capabilities yang digunakan PT PAL Indonesia (PT PAL Indonesia , 2009)

Dunia usaha dalam persaingan global saat ini penuh dinamika dan perubahan yang cepat. PT PAL Indonesia (Persero) menyiasati tantangan ini dengan melakukan perubahan fundamental yang bertujuan untuk menciptakan sistem dengan pondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Strategi PT PAL Indonesia (Persero) dalam menghadapi perubahan tersebut dan meningkatkan daya saing perusahaan adalah dengan melakukan terobosan sebagai berikut :
  • Penerapan front-end back and mechanism dalam pengembangan usaha.
  • Project financing untuk mengoptimalkan fasilitas produksi.
  • Peningkatan produktivitas melalui penerapan Full Block Outfitting System (FSOB).
  • Optimalisasi peralatan produksi.
  • PIM (Productivity & Measurement) Centre.
  • Welding Centre.
  • Kebijakan kualitas serta kebijakan yang mengarah kepada penerapan praktek-praktek Good Corporate Governance di PT PAL Indonesia (Persero).
PT PAL Indonesia (Persero) senantiasa berupaya keras dalam meningkatkan kemampuannya untuk dapat memenangkan persaingan global yang makin ketat. Inisiatif yang diterapkan dalam menghadapi persaingan global adalah :
  • Menunjukkan keunggulan produk yang telah diakui selama ini,  seperti produk kapal niaga sampai dengan 50.000DWT (Star-50), yaitu dengan menambah kapasitas kapal dengan teknologi Box Shaped Bulk Carrier.
  • Mengisi peluang pasar untuk produk tersebut.
  • Menghadapi langsung persaingan global.

Gambar 2.2  Fabrication shop PT PAL Indonesia  (PT PAL, 2009).

PT PAL Indonesia (Persero) menerapkan standar manajemen lingkungan ISO 14001 dan memberikan bantuan untuk korban bencana alam, pendidikan dan fasilitas sekolah, sarana ibadah (mushola, masjid dan gereja), pembangunan prasarana umum, peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga masyarakat. Bentuk kemitraan yang telah dikembangkan oleh perusahaan meliputi pemberian pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi kepada para pengusaha berskala kecil di wilayah Jawa Timur. Serta, memberikan program pelatihan untuk mitra binaan, yang sampai dengan saat ini jumlah mitra binaan mencapai 880 usaha  kecil.
2.3. Tugas Pokok PT PAL Indonesia  (Persero)
1.        Melaksanakan rancang bangun kapal maupun non kapal.
2.        Memproduksi kapal-kapal (jenis niaga maupun perang).
3.        Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal.
4.        Melaksanakan penelitian dan pengembangan produk-produk yang merupakan peluang usaha.
2.4. Struktur Organisasi dan Penjelasan Tugas PT. PAL Indonesia (Persero)
Struktur Organisasi PT. PAL Indonesia (Persero) terdiri dari 5 direktorat dan 14 divisi. Bagan Struktur organisasi yang ad di PT PAL Indonesia dapat dilihat di lampiran - Struktur organisasi PT PAL Indonesia (Persero) Adapun penjelasan dari tugas masing-masing Divisi yang ada di PT PAL Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:
2.4.1. Divisi Pemasaran dan Penjualan
1.      Melaksanakan perencanaan pemasaran jangka panjang dan jangka pendek produk kapal maupun non kapal.
2.      Melaksanakan riset pasar, segmentasi pasar dan studi kelayakan terhadap produk kapal dan non kapal.
3.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan produk kapal dan non kapal.
4.      Melaksanakan pengembangan produk dan pengembangan pasar untuk mendukung produk baru.
5.      Melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan proyek dalam aspek biaya dan kepuasan pelanggan.
2.4.2. Divisi Teknologi
1.      Melaksanakan perencanaan desain dan engineering untuk proyek-proyek yang sedang diproduksi.
2.      Melaksanakan penelitian dan pengembangan dibidang rancang bangun dan proses produksi.
3.      Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan rancang bangun dan penelitian.
4.      Melaksanakan strategi dibidang teknologi, penelitian dan pengembangan maupun bidang-bidang lainnya sesuai dengan pengarahan dan ketentuan direksi.
5.      Melaksanakan kegiatan integrated logistic support untuk kapal-kapal yang diproduksi.
2.4.3. Divisi Kapal Perang
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal perang maupun selain kapal perang sesuai kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.

2.4.4. Divisi Kapal Niaga
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal niaga sesuai kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.

3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
2.4.5. Divisi General Engineering
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan produk-produk rekayasa umum sesuai kebijakan Direktur Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyck) yang telah dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
Arah pengembangan produk rekayasa umum diarahkan pada pemeliharaan dan pengembangan posisi perusahaan selaku pemasok “sourcing” internasional pada industri pembangkit listrik besar dunia, sedangkan produk modular dan EPC akan lebih difokuskan untuk pasar dalam negeri.
Untuk mendukung arah pengembangan, telah dijalin kerjasama dengan Mitsubishi Heavy Industry dalam bidang rancang bangun boiler untuk pembangkit tenaga listrik, Wartsila untuk perakitan mesin diesel, AMEC Process & Energy untuk rancang bangun sistem turbin gas dan uap.
2.4.6. Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan
1.      Melaksanakan perencanaan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal sesuai kebijakan Direktur Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyck) yang telah dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
Arah pengembangan jasa pemeliharaan dan perbaikan (harkan), baik harkan kapal maupun harkan non kapal meliputi jasa harkan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking sampai dengan 600.000 DWT per tahun, annual atau special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, harkan elektronika dan senjata, serta overhaul kapal selam.  Peluang pasar terutama pasar dalam negeri, berasal dari TNI-AL, swasta, pemerintah, serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya, dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.
2.4.7. Divisi Treasury
1.        Melaksanakan kebijakan pendanaan perusahaan sesuai dengan prinsip pengelolaan pendanaan dan perbankan yang berlaku.
2.        Melaksanakan strategi optimalisasi return kinerja keuangan dan likuiditas perusahaan.
3.        Melaksanakan analisa pasar keuangan sebagai dasar pengambilan
keputusan dalam rangka mengurangi resiko pasar keuangan.
4.        Melaksanakan study kelayakan kinerja keuangan proyek atau bidang usaha mandiri.
5.        Melaksanakan pengelolaan invoicing dan penagihannya, untuk menunjang optimalisasi Cash Flow perusahaan.
2.4.8. Divisi Akuntansi
1.      Mempersiapkan dan melaksanakan kebijakan akuntansi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
2.      Melaksanakan perencanaan dan pengendalian serta pengawasan atas biaya-biaya perusahaan dan investasi perusahaan.
3.      Menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dalam bidang akuntansi dan keuangan untuk rnendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan perusahaan.
4.      Melaksanakan evaluasi dan analisa terhadap pengelolaan asset liabilities serta kinerja dari anak perusahaan dan kerja sama usaha lainnya.
5.      Melaksanakan implementasi dan pengembangan software aplikasi bisnis perusahaan.


2.4.9. Divisi Quality Assurance
1.        Melaksanakan perencanaan pemeriksaan dan pengujian proyek-proyek yang sedang diproduksi.
2.        Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian guna pengendalian dan jaminan mutu seluruh hasil produksi perusahaan.
3.        Mengkoordinir kegiatan purna jual hasil produksi perusahaan selama masa garansi.
4.        Menganalisa dan mengevaluasi hasil pencapaian mutu produksi perusahaan.
5.        Melaksanakan pengujian baik merusak maupun tidak merusak untuk material dan hasil proses produksi.
2.4.10. Divisi Pengadaan dan Pergudangan
1.        Merencanakan kebutuhan Material baik untuk mendukung proyek maupun operasional.
2.        Mengkoordinir pelaksanaan pengadaan material sesuai kebutuhan material.
3.        Mengkoordinir pengelolaan material pada lokasi penyimpanan.
4.        Membuat perencanaan kebutuhan dana untuk menunjang kebutuhan material.
5.        Mengelola sistem informasi material untuk menunjang unit kerja lain.
2.4.11. Divisi Kawasan Perusahaan
1.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan bangunan infrastruktur beserta anggarannya.
2.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan utilitas dan lingkungan hidup.
3.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan keselamatan kerja.
4.                Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan keamanan dan ketertiban.
5.                  Membina pengelolaan asset perusahaan.
2.4.12. Divisi Pembinaan Organisasi dan SDM
1.        Merencanakan dan mengevaluasi organisasi sesuai dengan perkembangan bisnis perusahaan.
2.        Merencanakan kebutuhan SDM baik jangka pendek maupun jangka panjang beserta pengembangannya.
3.        Melaksanakan proses administrasi mutasi promosi dan rotasi dalam rangka peningkatan kompetensi diri sendiri dan penyegaran penugasan.
4.        Merencanakan, mengelola dan mengembangkan sistem pelatihan baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
5.        Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan SDM.
2.4.13. Divisi Audit Internal
1.                 Menyelenggarakan pengawasan, pengamatan, analisa dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasional dan pengelolaan keuangan perusahaan.
2.                 Mencegah kemungkinan penyimpangan operasional perusahaan melalui pembinaan sumber daya dan sumber dana.
3.              Meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya dan sumber dana dalam rangka mendukung program profitisasi perusahaan.
4.                 Menyusun dan menentukan standar ekonomi, teknis, hukum dan manajemen sebagai tolok ukur dalam penilaian atas pelaksanaan tugas pokok di setiap lini perusahaan.

2.4.14. Sekretaris Perusahaan
1.                  Mengadakan pembinaan, pengelolaan dan penyempurnaan system administrasi yang ada dengan mengacu kepada prinsip manajemen keadministrasian.
2.                  Melaksanakan pembinaan hubungan baik dengan Stake Holder (Public Relation) guna menumbuhkan citra positif terhadap perusahaan (komunikasi, publikasi dan penyebaran informasi mengenai kebijakan maupun aktifitas perusahaan).
3.                  Memberikan pelayanan hukum serta mempersiapkan dokumen yang mengandung aspek hukum yang diperlukan perusahaan.
2.5.      Produk PT PAL Indonesia (Persero)
Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT PAL INDONESIA (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PT PAL INDONESIA (Persero) telah melayari perairan di seluruh dunia.
Sebagai galangan kapal dengan pengalaman lebih dari dua dasawarsa, PT PAL Indonesia (Persero) memiliki beragam produk-produk berkualitas seperti dijabarkan dibawah ini:
Produk Kapal Niaga
Pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar internasional, pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (cargo). Kapasitas produksi per tahun saat ini mencapai 3 unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan 2 unit kapal dengan ukuran 20,000 DWT per tahun.
Pada saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai teknologi produksi untuk kapal-kapal seperti Kapal Bulker sampai dengan 50.000 DWT, kapal container sampai dengan 1.600 TEUS, kapal tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal penumpang sampai dengan 500 PAX. Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container sampai dengan 2.600 TEUS, kapal Chemical Tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal LPG Carrier sampai dengan 5.500 DWT.
Produk Kapal Cepat dan Kapal Khusus
Saat ini PT. PAL INDONESIA (Persero) tengah mengembangkan produk-produk yang akan dipasarkan di dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan, Kepolisian Rl, Departemen Kelautan, Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta. Produk yang telah dikuasai antara lain:
  • Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m
  • Kapal Patroli Cepat/ Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai dengan 28 m
  • Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug/Supply sampai dengan klas 6.000 BHP
  • Kapal Ikan sampai dengan 600 GRT
  • Kapal Ferry dan Penumpang sampai dengan 500 pax
Produk Jasa Harkan
Produk Jasa harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking 600.000 DWT per tahun.
Selain itu jasa yang disediakan adalah annual/ special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, pemeliharaan dan perbaikan elektronika dan senjata serta overhaul kapal selam. Peluang pasar untuk kategori pelayanan jasa seperti ini berasal dari TNI - AL, swasta, pemerintah serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya, dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.

Rekayasa Umum
Pada saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai teknologi produksi komponen pendukung industri pembangkit tenaga listrik seperti Boiler dan Balance of Point. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan sampai pada taraf kemampuan modular dan EPC bagi industri pembangkit tenaga listrik skala kecil menengah sampai dengan 50 Mega Watt.
Saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai produk Rekayasa Umum seperti Steam Turbine Assembly sampai dengan 600 MW, Komponen Balance of Plant dan Boiler sampai dengan 600 MW, Compressor Module 40 MW, Barge Mounted Power Plant 30 MW, Pressure Vessels dan Heat Exchangers, Generator Stator Frame s.d 600 MW. Sementara itu produk rekayasa umum yang sedang dikembangkan adalah Steam Turbine Power Plant, Jacket's structure sampai dengan 1000 ton serta Monopod dan Anjungan (Platform) sampai dengan 1000 ton.
Tabel 2.2.  Produk Divisi Rekayasa Umum PT. PAL Indonesia (Persero)
  WHP A dan pipeline HESS Ujung pangkah.
  Fab. "u" tube bundle Balongan.
  LPG plant Lombok simpang-y.
  Tunu field devl.project phase.
  Onshore fabrication (kodeco).
  Gas turbin Cikarang.
  Tunu field devl.project phase.
  Bop Tegineneng.
  Pemasangan heater Suralaya.
  Bop Teluk Lembu.
  Mach.blade ring Siemens.
  Rep.fuel body PT.Kepindo.
  Rotor inspection.
  Rep.element PT.Ispatindo.
  PLTU tanjung priok.
  Socket exhouse PT.Ks.
  Machining Manuel belgrano.
  Repair HP heater Bukit Asam.
  Machining Mcguire.
  Fabr.elbow pipe PLTU up.Gresik.
  Cilegon cc power plant.
  ARCO Gas Compression Module CCO-34, ARII.
  Stator frame 600mw.
  Tunu VIII & IX Gas Compression Modules, Total Indonesie.
  Stator frame 300mw.
  Peciko Phase IV, 2 unit Compression Modules, Total Indonesie.
  Riau power plant 1 x 20mw.
  Floating Production Uni, Hyundai Heavy Industries.
  Zelda f platform CNOOC.
  FPU-Hull & Mooring Systems, EMP Kangean Limited
                                                                           Sumber :PT.PAL(PERSERO),2009


Gambar 2.3 Proyek PT. PAL Indonesia di Grati,Pasuruan milik Santos Pty.Ltd (PT. PAL, 2009)

2.6       Divisi General Engineering
Divisi General Engineering/Rekayasa Umum membawahi 4 departemen, antara lain :
  1. Fabrication and Construction Department.
  2. Machining and Assembly Department.
  3. Engineering and Procurement Department..
  4. Bisnis and Administration Department..
  5. General Engineering Project/Kemanproan.
Pada laporan ini, akan dibahas secara rinci mengenai General Engineering Project/Kemanproan.
2.6.1.Tugas Pokok General Engineering Project/Kemanproan
Kepala departemen bertugas menjabarkan kebijakan kepala divisi rekayasa umum atas kegiatan operasional rekayasa dan pengadaan, baik material maupun jasa dalam luang lingkup divisi rekayasa umum.
2.6.2. Fungsi General Engineering Project/Kemanproan
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi desain dalam hal pengendalian biaya dan jadwal desain rekayasa.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi perencanaan dan pengendalian biaya dan jadwal pekerjaan produksi.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi perencanaan dan pengendalian biaya dan jadwal pengadaan material.
·            Mengelola da mengkoordinir fungsi jaminan kualitas dan purna jual.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi pelayanan pelanggan.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi keuangan dalam hal penyusunan cash out plan dan laporan keuangan proyek.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi keselamatan kerja serta lingkungan hidup ( K3LH ).
·            Melaksanakan pengkajian dalam hal adanya pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal pada kontrak.
·            Melaksanakan koordinasi dengan para kepala departemen pelaksana pekerjaan terkait.
·            Melaporkan kepada kepala divisi rekayasa umum tentang kemajuan proyek secara periodik selama proyek berjalan.
·            Membuat laporan evaluasi setelah proyek selesai.
2.6.3. Wewenang General Engineering Project/Kemanproan
·            Mengusulkan pengawasan fungsi – fungsi yang ada di organisasinya kepada kepala divisi rekayasa umum.
·            Melaksanakan negosiasi (dengan owner  maupun dengan subkontraktor bersama-sama dengan fungsi terkait).
·            Menetapkan pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal pada kontrak.
·            Menggunakan seoptimal mungkin sumber daya yang ada di organisasinya
·            Mengelola anggaran/budget proyek.
·            Menetapkan penggunaan subkontraktor dengan memprioritaskan anak perusahaan.
·            Melaksanakan fungsi pengawasan terhadap seluruh operasional kegiatan proyek.
·            Menghentikan pekerjaan bila terjadi hambatan yang diakibatkan oleh faktor kesiapan sumber daya (manusia, material, desain, dan fasilitas).
2.6.4.      Penjabaran Organisasi dan Tugas pada General Engineering Project/Kemanproan
1.         Biro Rekayasa (engineering)
Adalah unit kerja tingkat biro yang berkedudukan langsung dibawah kepala departemen rekayasa dan pengadaan, yang dipimpin oleh seorang kepala biro rekayasa. Tugas pokoknya adalah melaksanakan pembuatan gambar kerja dari gambar utama (master drawing), dan menyusun daftar material berikut spesifikasinya.
Tugas lain dari biro rekayasa adalah
a.          Membuat M01.
b.         Membuat spesifikasi dan kebutuhan cat.
c.          Membuat cutting plan sheet.
d.         Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja yang terkait dalam bidang desain, baik yang berhubungan dengan produksi, klarifikasi, autority, maupun owner.
e.          Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja yang terkait dalam bidang desain menyangkut kesiapan, pengendalian jadwal, progres dan biaya desain. Dalam hal ini membuat estimasi kebutuhan jam orang dan daftar estimasi kebutuhan material.
f.          Mengkoordinasikan kegiatan percepatan aplikasi proses engineering atas temuan ketidaksesuaian ( NCR ) dalam proses produksi.
g.         Melaksanakan pengkajian dan mengusulkan kepada kepala proyek adanya perubahan desain yang berdampak pada perubahan biaya dan maupun pekerjaan tambahan.
h.         Memberikan laporan kemajuan dan status desain kepada kepala proyek secara periodik dengan menggunakan data sheet.
Wewenang dari biro rekayasa, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan atau pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departemen.
·            Melakukan pembinaan bawahan, berupa :
-       Penilaian prestasi dan kompetensi.
-       Usulan pengembangan kompetensi.
-       Penjatuhan sanksi.
2.         Biro Pengadaan Material
Tugas pokoknya adalah membantu dalam pengadaan material. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Membuat Surat Permintaan Penawaran Harga ( SPPH ) kepada rekanan.
·            Mengevaluasi Surat Penawaran Harga ( SPH ) dari rekanan.
·            Membuat laporan pengadaan material.
·            Membuat purchase order pembelian material.
·            Mengurus custom clearance untuk material import.
·            Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/ unit kerja terkait dalam perencanaan dan pengendalian jadwal dan proses pengadaan material proyek sesuai proyek sesuai dengan Instruksi Pelaksanaan Pekerjaan (IPP)
·          Mengkoordiasikan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpanan dan kontrol material proyek.
·            Mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan dengan material  handling.
·            Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian jadwal kedatangan material.
·            Melaksanakan koordinasidengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan status progress equipment dan material proyek kepada Kepala Proyek secara periodik.
Wewenang dari biro pengadaan material, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan atau pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departement rekayasa dan pengadaan.
·            Melakukan pembinaan bawahan berupa :
o  Penilaian prestasi dan kompetensi.
o  Usulan pengembangan kompetensi.
o  Penjatuhan sanksi.
3.         Biro Pengadaan Jasa
Tugas pokoknya adalah membantu dalam bidang pengadaan jasa. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Membuat Surat Permintaan Penawaran Harga ( SPPH ) kepada rekanan.
·            Mengevaluasi Surat Penawaran Harga ( SPH ) dari rekanan.
·            Membuat laporan pengadaan jasa.
·            Membuat Surat Perintah Kerja / Surat Perjanjian pengadaan jasa.
·            Memimpin dan membina bagian yang menjadi taggung jawabnya.
Wewenang dari biro pengadaan jasa, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan/pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departemen rekayasa dan pengadaan.
·            Melakukan pembinaan bawahan berupa :
o  Penilaian prestasi dan kompetensi.
o  Usulan pengembangan kompetensi.
o  Penjatuhan sanksi.
o  Menggunakan secara optimal sumberdaya yang ada di unit kerjanya
4.         Sekretariat
Tugas pokoknya adalah menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan yang meliputi administrasi umum, administrasi pekerja dan kerumahtanggaan di lingkungan departement rekayasa dan pengadaan. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Menyelenggarakan dan mengembangkan kegiatan :
-       Administrasi umum.
-       Administrasi pekerja.
-       Kerumahtanggaan.
·            Melaksanaan penyediaan sarana dan prasarana rapat lingkungan departemen rekayasa dan pengadaan.
·            Mengelola pemeliharaan fasilitas perkantoran departement rekayasa dan pengadaan.
5.         Produksi
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam persiapan sumber daya pendukung produksi yang meliputi sumber daya manusia, material, desain, dan utilitas.
·            Memberikan rekomendasi pada pelaksana produksi untuk percepatan penyelesaian produksi dengan mengacu pada Q,C,D,H,S,E (Quality, Cost, Delivery, Health, Safety dan Environment).
·            Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian proses dan kualitas produksi bersama fungsi QC/QA.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Melaksanakan pengkajian dan mengusulkan kepada kepala proyek adanya pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal produksi.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan produksi dan konsumsi jam orang kepada kepala proyek secara periodik.
6.         QC/QA
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam pembuatan Inspection Test Plan, Quality Procedures, jadwal test dan dokumen-dokumen kualitas lainnya.
·            Menkoordinasikan kegiatan pengendalian kualitas material, equipment dan produk.
·            Mengkoordinasikan pembuatan laporan ketidaksesuaian.
·            Mengkoordinasikan penerimaan klaim dan perbaikan pada masa garansi.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya kepada kepala proyek secara periodik.
7.         K3LH
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian norma-norma K3LH pada proyek bersangkutan yang meliputi pencegahan kecelakaan kerja, kebakaran, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.
·            Menkoordinasikan penerapan norma-norma K3LH dan penyelesaian terhadap penyimpangan/ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya kepada kepala proyek secara periodik.

8.         Bisnis dan Adminstrasi
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam pembuatan laporan analisa proyek.
·            Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan subcontracting yang meliputi perencanaan, evaluasi pemilihan, klasifikasi teknis, negosiasi, dan pembuatan kontrak (SPK).
·            Melaksanakan kegiatan adminstrasi proyek.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya maupun pekerjaan yang dilaksanakan oleh subkontraktor kepada kepala proyek secara periodik.



Macam – Macam Purse Seine


Macam – Macam Purse Seine



Berbagai macam purse seine dibuat disesuaikan dengan penggunaanya. Pada umumnya macam purse seine dapat dikelompokkan menjadi:
a)             Bentuk dasar jaring utama
·           Bentuk segi empat
·           Bentuk trapesium
·           Bentuk lekuk
b)             Species ikan yang ditangkap
·           Purse seine sardine
·           Purse seine tuna
·           Purse seine layang
c)             Jumlah kapal yang digunakan dalam operasional
·           Purse seine jenis satu kapal (one boats system)
·           Purse seine dengan dua kapal (two boats system)
d)            Waktu operasi yang digunakan
·           Purse seine siang
·           Purse seine malam
Berbagai macam bahan dapat digunakan untuk membuat purse seine. Secara umum berbagai macam bahan yang digunakan untuk purse seine dapat dirinci sebagai berikut :
a.                   Jaring utama.
Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan jaring utama biasanya menggunakan nilon atau vinilon. Adapun ukuran mata jaring disesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap. Dimana semakin besar jenis ikan yang akan ditangkap maka akan semakin besar pula ukuran mata jaring yang digunakan.
b.                   Srampat
Srampat berfungsi melindungi bagian tepi/pinggiran jaring utama yang diikatkan pada tali ris agar bagian pinggir jaring tidak cepat rusak atau robek. Bahan srampat biasanya lebih kaku dari bahan jaring utama seperti polythylene (PE), akan tetapi kadang-kadang juga digunakan bahan yang sama dengan bahan jaring utama yaitu nilon.
c.                   Tali ris
Macam-macam tali yang termasuk dalam kelompok tali ris yaitu: tali ris atas, tali pelampung, tali ris bawah, tali pemberat, tali penguat ris atas dan tali penguat ris bawah. Tali ris biasanya menggunakan bahan kuralon (PVA) atau kadang-kadang menggunakan polyethylene dengan ukuran 8 mm -  10 mm.
d.                  Tali ring
Yang dimaksud tali ring adalah tali yang digunakan untuk menantungkan ring/cincin pada tali ris bawah. Tali ring ini kadang-kadang juga disebut tali kang yang terdiri dari tiga bentuk, yaitu : bentuk kaki tunggal, kaki ganda dan bentuk dasi. Tali kang dibuat dengan menggunakan bahan kuralon atau polyethylene.
e.                   Tali ekor
 mengumpulkan ring atau jaring bagian bawah pada waktu operasi digunakan tali kolor yang ditarik setelah jaring setelah jaring selesai dilingkarkan. Karena dengan terkumpulnya ring maka bagian bawah jaring akan terkumpul menjadi satu bagian seperti kantong. Bahan tali kolor pada umumnya mengunakan polyethena (PE), akan tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan kuralon (PVA).
f.Pelampung
Pelampung berfungsi untuk mengapungkan seluruh alat ke atas permukaan air ditambah dengan kelebihan daya apung yang disebut extra buoyancy. Bahan yang digunakan untuk pelampung adalah bahan yang berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis air laut. Bahan pelampung dari busa plastik yang keras.
g.                   Pemberat (sinker)
Agar jaring bagian bawah  cepat tenggelam waktu operasi, pada tali ris bawah perlu diberi pemberat, akan tetapi tidak boleh berlebihan karena dapat mengurangi daya apung dan membuat jarring tegang. Bahan pemberat pada umumnya menggunakan timah atau timbal (timah hitam). 
h.                   Cincin (ring)
Fungsi cincin untuk tempat lewatnya tali kolor waktu ditarik agar bagian bawah jaring dapat berkumpul. Bahan cincin biasanya dari kuningan atau tembaga. Kadang-kadang digunakan bahan besi yang dilapisi kuningan.


Kapal Ikan Purse Seine

            Di Indonesia saat ini banyak tersebar kapal penangkap ikan. Baik itu kapal ikan tradisional maupun kapal-kapal yang sudah memiliki teknologi baik dari segi kapal maupun dari segi alat tangkap. Ada banyak metode yang digunakan oleh para nelayan untuk melakukan aktifitasnya dalam menangkap ikan, baik itu secara tradisional maupun secara modern. Menurut John C. Sainsbury dan Setijoprajudo (1998), kapal penangkap ikan secara garis besar dapat digolongkan sebagai berikut:
1.         Kapal penangkap ikan jenis trawl (pukat udang)
2.         Kapal penangkap ikan jenis gillnet (jaring insang)
3.         Kapal penangkap ikan jenis purse seine (pukat cincin)
4.         Kapal penangkap ikan jenis longline (pancing)
5.         Kapal penangkap ikan jenis pots / portable trap (bubu).
Dalam Tugas Akhir ini, kapal yang akan direncanakan adalah kapal penangkap ikan jenis purse seine.
Purse seine sering disebut pukat jaring, pukat cincin atau pukat kantong, karena bentuk jaring tersebut waktu dioperasikan berbentuk seperti kantong.  Purse seine juga disebut jaring kolor karena pada bagian bawah jaring (tali ris bawah) dilengkapi dengan tali kolor yang gunanya untuk menyatukan bagian bawah jaring sewaktu operasi.
Purse seine digunakan untuk menangkap ikan yang bergerombol di permukaan laut. Oleh karena itu, jenis-jenis ikan yang tertangkap dengan alat penangkapan purse seine adalah jenis-jenis ikan pelagis yang hidupnya bergerombol, seperti layang, lemuru, kembung, sardinella, tuna, dan lain-lain. Gambar kapal dengan alat tangkap purse seine seperti ditunjukkan dalam gambar 2.1. Kapal ikan dengan alat tangkap purse seine disebut purse seiner. 


Gambar 2.1. Kapal ikan dengan alat tangkap purse seine
(Sumber : http://www.europacifictuna.com/purseseine.htm,diakses 26 April 2010)

KAPAL IKAN


KAPAL IKAN

Secara umum kapal ikan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan kapal jenis lainnya. Adapun perbedaannya terletak pada fungsinya. Kapal ikan menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi :
1.      Kapal penangkap ikan.
2.      Kapal penampung dan pengolahan ikan.
3.      Kapal penelitian dan latih penangkapan ikan.
Kapal ikan sesuai dengan fungsinya untuk menangkap ikan memiliki karakteristik khusus untuk mendukung operasionalnya. Karakteristik kapal penangkap ikan  antara lain adalah:
1.  Kecepatan Kapal.
Kapal ikan pada umumnya didesain memiliki kecepatan yang cukup tinggi karena kapal ikan harus sampai ditempat penangkapan ikan (fishing ground) secepat mungkin agar tidak kehilangan waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Selain itu juga dapat melakukan pemasangan alat tangkap secepat mungkin agar dapat mengatasi kecepatan ikan yang akan ditangkap. Oleh karena itu perencanaan kapal ikan dengan bentuk multi-chine ini sangat efisien dalam hal penghematan waktu perlayaran menuju fishing ground.
2.  Kelaikan Laut.
Aspek kelaikan laut pada kapal ikan harus diperhatikan karena kapal ikan harus dapat beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca. Kapal ikan pada umumnya beroperasi pada daerah yang jauh dari pantai serta cenderung berpindah-pindah untuk mendapatkan ikan hasil tangkapan yang baik. Hal tersebut menyebabkan kapal ikan harus mampu menghadapi segala kondisi cuaca yang akan dihadapi pada saat beroperasi di laut. Untuk itu maka kapal ikan harus memiliki stabilitas dan kekedapan yang baik, daya apung yang cukup serta rolling dan trim yang sekecil mungkin. Diharapkan kapal ikan dengan bentuk lambung kapal multi-chineini memiliki kemampuan untuk dapat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
3.  Tenaga Penggerak.
Untuk memperoleh kecepatan kapal yang cukup tinggi diperlukan tenaga penggerak yang cukup besar. Kendala yang dihadapi adalah ketersediaan ruangan yang terbatas. Oleh sebab itu maka pemilihan motor penggerak pada kapal ikan harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a.     Volume ruangan yang dibutuhkan kecil dengan tenaga yang besar.
b.     Ketersediaan dipasaran.
c.     Daya tahan baik.
d.      Harga terjangkau.

Salter Duck


Salter Duck

Pada tahun 1974 Salter memperkenalkan suatu konsep pengkonversi energi yang cukup unik yang mampu menghasilkan effisiensi sebesar 90% pada gelombang sinusiodal 2 dimensi. Dia menyebutnya dengan “nodding duck” berdasarkan bentuknya maupun operasinya, yang di ilustrasikan pada gambar 2.4



Gambar 2.4 Nomenclature for the nodding duck wave energy converter

Paunch dari “bebek” tersebut dibentuk seperti itu dalam memeanfaatkan tekanan dinamik yang disebabkan oleh gelombang yang akan mempengaruhi gerakan partikel dari air yang secara effisien akan memaksa “bebek” tersebut untuk berotasi pada sumbu O. Sebagai tambahan, perubahan tekanan hidrostatis akan memberikan konstribusi untuk rotasinya dengan menyebabkan bouyant forebody dekat beak menjadi naik turun. Ketika kedua tekanan ini mempengaruhi pergerakan dari tiap fase, nodding duck mengkonversi dari energi kinetik dan potensial dari gelombang menjadi energi mekanik rotasi. Energi mekanik rotasi ini lalu di konversi menjadi energi listrik dengan menggunkan hydraulic – electric subsystem. Analisis matematis dari operasi perangkat ini dapat ditemukan dalam paper yang dibuat oleh Salter pada tahun 1976. (McCormick 1981)

Proses pembangkitan gelombang di laut


   Proses pembangkitan gelombang di laut

Proses terbentuknya pembangkitan gelombang di laut oleh gerakan angin belum sepenuhnya dapat dimengerti, atau dapat dijelaskan secara terperinci. Tetapi menurut perkiraan, gelombang terjadi karena hembusan angin secara teratur, terus-menerus, di atas permukaan air laut. Hembusan angin yang demikian akan membentuk riak permukaan, yang bergerak kira-kira searah dengan hembusan angin (lihat Gambar).
 



 Proses pembentukan gelombang akibat hembusan angin
Bila angin masih terus berhembus dalam waktu yang cukup panjang dan meliputi jarak permukaan laut (fetch) yang cukup besar, maka riak air akan tumbuh menjadi gelombang. Pada saat yang bersamaan riak permukaan baru akan terbentuk di atas gelombang yang terbentuk, dan selanjutnya akan berkembang menjadi gelombang – gelombang baru tersendiri. Proses yang demikian tentunya akan berjalan terus menerus (kontinyu), dan bila gelombang diamati pada waktu dan tempat tertentu, akan terlihat sebagai kombinasi perubahan-perubahan panjang gelombang dan tinggi gelombang yang saling bertautan. Komponen gelombang secara individu masih akan mempunyai sifat-sifat seperti gelombang pada kondisi ideal, yang tidak terpengaruh oleh gelombang-gelombang lain. Sedang dalam kenyataannya, sebagai contoh, gelombang-gelombang yang bergerak secara cepat akan melewati gelombang-gelombang lain yang lebih pendek (lamban), yang selanjutnya mengakibatkan terjadinya perubahan yang terus-menerus bersamaan dengan gerakan gelombang-gelombang yang saling melampaui.
Jelasnya gelombang-gelombang akan mengambil energi dan angin. Penyerapan energi ini akan dilawan dengan mekanisme peredam, yaitu pecahnya gelombang dan kekentalan air. Bila angin secara kontinyu berhembus dengan kecepatan yang tetap untuk waktu dan ‘fetch’ yang cukup panjang, maka jumlah energi yang terserap oleh gelombang akan diimbangi dengan energi yang dikeluarkan sehingga suatu sistem ‘gelombang sempurna’ (fully developed waves) akan tercapai. Sistem gelombang demikian sebenarnya jarang dijumpai karena kondisi ‘steady’ tidak sering terjadi, dan juga’fetch’ kadang-kadang dibatasi oleh kondisi geografi lingkungan. Bilamana angin berhenti berhembus, sistem gelombang yang telah terbentuk akan segera melemah. Karena gelombang pecah adalah merupakan mekanisme yang paling dominan, maka gelombang pendek dan lancip, akan menghilang terlebih dulu, sehingga tinggal gelombang-gelombang panjang yang kemudian menghilang oleh gaya-gaya kekentalan, yang pada dasarnya lebih kecil dari gelombang pecah. Proses pelemahan (menghilangnya) gelombang mungkin mencapai beberapa hari, yang bersamaan dengan itu gelombang-gelombang panjang sudah bergerak dan menempuh jarak ribuan kilometer, yang pada jarak yang cukup jauh dan tempat mulainya gelombang akan dapat diamati sebagai alun (swell). Alun biasanya mempunyai periode yang sangat panjang, dan bentuknya cukup beraturan (reguler). Sistem gelombang yang terbentuk secara lokal mungkin akan dipengaruhi oleh alun yang terbentuk dan tempat yang jauh yang tentu saja tidak ada kaitannya dengan angin lokal. (Triatmojo, 2006)

DEFINISI GELOMBANG LAUT

DEFINISI GELOMBANG LAUT


Gelombang ombak adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut biasanya disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan memindahkan tenaganya ke permukaan perairan, menyebabkan riak-riak, alunan/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelomau ombak.


 Ilustrasi pergerakan partikel zat cair pada gelombang


Amati gerakan pelampung di dalam gambar gelombang di atas. Perhatikan bahwa sebenarnya pelampung bergerak dalam suatu lingkaran (orbital) ketika gelombang bergerak naik dan turun. Partikel air berada dalam satu tempat, bergerak di suatu lingkaran, naik dan turun dengan suatu gerakan kecil dari sisi satu kembali ke sisi semula. Gerakan ini memberi gambaran suatu bentuk gelombang. Pelampung yang mengapung di air pindah ke pola yang sama, naik turun di suatu lingkaran yang lambat, yang dibawa oleh pergerakan air. Di bawah permukaan, gerakan putaran gelombang itu semakin mengecil. Pergerakan orbital yang mengecil seiring dengan kedalaman air, sehingga kemudian di dasarnya hanya akan meninggalkan suatu gerakan kecil mendatar dari sisi ke sisi yang disebut “surge”.

Tahanan Kapal


    Tahanan Kapal
Tenaga yang diperlukan kapal untuk melaju di air sangat tergantung bagaimana effisiensi dari system propulsinya terhadap tahananyang diterima oleh kapal. Tahanan kapal adalah fungsi yang sangat kompleks tergantung dari variabel bentuk lambung, displacement dan kecepatan. Beberapa komponen tahanan kapal yabg utama adalah :
-    Tahanan Gesek
-    Tahanan Tekanan
-    Tahanan Gelombang
-    Tahanan Tambahan di Gelombang
-    Tahanan Udara
Tahanan kapal adalah sebuah gaya fluida yang bekerja pada badan kapal yang sedemikian rupa sehingga bekerja melawan gerakan kapal. Tahanan kapal (resistance) didefinisikan sebagai :
R = ½.C.ρ. V2.S

C adalah koefisien tahanan,
V kecepatan kapal,
ρ masa jenis air laut, dan
S luas permukaan basah kapal.

Tahanan total (RT) dapat diuraikan menjadi sejumlah komponen tahanan yang diakibatkan oleh berbagai macam penyebab dan saling berinteraksi terhadap kapal. Pada sistem propulsi kapal, daya dari motor induk hingga daya yang dibutuhkan untuk mendorong kapal mengalami reduksi daya karena sistem propulsi ini mengalami beberapa kali proses transmisi tenaga. Pembagian daya pada sistem propulsi kapal dapat dilihat pada bagan berikut ini :
Ø  EHP, Effective Horse Power adalah daya yang diperlukan untuk menggerakkan kapal di air atau untuk menarik kapal dengan kecepatan V.
Ø  THP, Thrust Horse Power adalah daya yang diperlukan untuk menghasilkan gaya dorong pada bagian belakang propeller kapal.
Ø  DHP, Delivered Horse Power merupakan daya pada tabung poros baling-baling.
Ø  SHP, Shaft Horse Power merupakan daya pada poros balingbaling.
Ø  BHP, Brake Horse Power adalah daya yang keluar dari motor induk. Untuk pemilihan motor induk diperlukan Brake Horse Power saat keadaan maximum continous rating.