Wednesday, 13 February 2013

PT. PAL INDONESIA (Persero)



Sejarah PT. PAL INDONESIA (Persero)

PT PAL Indonesia (Persero), bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama Marine Establishment (ME) yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939. ME mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan perawatan dan perbaikan kapal-kapal laut yang digunakan sebagai armada Angkatan Laut Belanda yang menjaga kepentingan daerah kolonialnya. Pada masa perang dunia kedua, pemerintah Hindia Belanda di Indonesia menyerah kepada pemerintah Jepang, sehingga perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124.
Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan merubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Berdasarkan keputusan Presiden RI nomer 370/61 tahun 1961, Penataran Angkatan Laut dilebur ke dalam Departemen Angkatan Laut dan namanya dirubah menjadi Komando Angkatan Laut (Konatal). Sejak tahun 1961, Konatal tidak lagi berstatus sebagai perusahaan Negara dan bertugas untuk memelihara, memperbaiki dan membangun kapal-kapal Angkatan Laut.
Perkembangan selanjutnya adalah perubahan status Konatal menjadi perusahaan umum negara berdasarkan peraturan pemerintah nomer 4 tahun 1978. Perusahaan negara ini dikenal dengan nama Perusahaan Umum Dok dan Galangan Kapal (Perumpal). Akhirnya dengan lembaran Negara RI nomer 8 tahun 1980 dan akte pendirian nomer 12 tahun 1980 yang dibuat oleh notaris Hadi Moentoro, SH, pada tanggal 15 April 1980 Perumpal diubah statusnya menjadi Perseroan dengan nama PT. PAL Indonesia (Persero). Sampai dengan saat ini telah diadakan perubahan yang terakhir dengan akte pendirian Nomer I tanggal 4 November 2002.

2.2       Profil PT. PAL Indonesia (Persero)
Lokasi PT PAL Indonesia (Persero) berada di Ujung Surabaya dengan luas area mencapai 120 HA. Kegiatan utamanya adalah memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT PAL Indonesia (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PT PAL Indonesia (Persero) telah melayari perairan di seluruh dunia.



Gambar 2.1  Denah area PT PAL Indonesia  (PT PAL, 2009).

Sebagai salah satu ujung tombak revitalisasi industri maritim nasional Indonesia, PT PAL Indonesia (Persero) senantiasa berjuang keras untuk dapat mewujudkan amanat yang diembannya. Tantangan yang dihadapi dalam waktu dekat ini berupa peningkatan kebutuhan kapal sebagai dampak langsung dari revitalisasi industri yang akan mendorong peningkatan pelayaran dalam negeri. Sebagai usaha untuk mendukung pondasi bagi industri maritim, PT PAL Indonesia (Persero) bekerja keras untuk menyampaikan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat luas industri maritim nasional. Pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi inspirasi PAL Indonesia untuk memelihara produk yang berkualitas dan jasa yang sempurna.
Visi:
Menjadi perusahaan perkapalan dan rekayasa berkelas dunia yang dihormati.
Misi:
·         Meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui pemuasan pelanggan dan insan PT PAL Indonesia (Persero).
  • Menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan jumlah karyawan mencapai 2.685 personil, PT PAL Indonesia (Persero) menerapkan langkah-langkah strategis pengelolaan sumber daya manusia, yang meliputi :
  • Pemangkasan bisnis proses dengan membangun sistim informasi SDM dengan penggunaan sofware SDM yang disebut ASP.
  • Penataan fungsi organisasi, dengan memisahkan fungsi-fungsi non-core/ pendukung tidak lagi dikelola oleh perusahaan tetapi dengan cara outsourcing.
  • Peningkatan kompetensi, dengan membangun standard kompetensi baik fungsional maupun structural sebagai bahan assessment.
  • Restrukturisasi personil yang kompetensinya tidak bisa dikembangkan secara optimal.
  • Penggunaan outsourcing.
  • Mendukung peningkatan produksi disertai dengan pelatihan peningkatan keahlian seperti misalnya pengelasan.


Tabel 2.1.  Software Capabilities yang digunakan PT PAL Indonesia (PT PAL Indonesia , 2009)

Dunia usaha dalam persaingan global saat ini penuh dinamika dan perubahan yang cepat. PT PAL Indonesia (Persero) menyiasati tantangan ini dengan melakukan perubahan fundamental yang bertujuan untuk menciptakan sistem dengan pondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Strategi PT PAL Indonesia (Persero) dalam menghadapi perubahan tersebut dan meningkatkan daya saing perusahaan adalah dengan melakukan terobosan sebagai berikut :
  • Penerapan front-end back and mechanism dalam pengembangan usaha.
  • Project financing untuk mengoptimalkan fasilitas produksi.
  • Peningkatan produktivitas melalui penerapan Full Block Outfitting System (FSOB).
  • Optimalisasi peralatan produksi.
  • PIM (Productivity & Measurement) Centre.
  • Welding Centre.
  • Kebijakan kualitas serta kebijakan yang mengarah kepada penerapan praktek-praktek Good Corporate Governance di PT PAL Indonesia (Persero).
PT PAL Indonesia (Persero) senantiasa berupaya keras dalam meningkatkan kemampuannya untuk dapat memenangkan persaingan global yang makin ketat. Inisiatif yang diterapkan dalam menghadapi persaingan global adalah :
  • Menunjukkan keunggulan produk yang telah diakui selama ini,  seperti produk kapal niaga sampai dengan 50.000DWT (Star-50), yaitu dengan menambah kapasitas kapal dengan teknologi Box Shaped Bulk Carrier.
  • Mengisi peluang pasar untuk produk tersebut.
  • Menghadapi langsung persaingan global.

Gambar 2.2  Fabrication shop PT PAL Indonesia  (PT PAL, 2009).

PT PAL Indonesia (Persero) menerapkan standar manajemen lingkungan ISO 14001 dan memberikan bantuan untuk korban bencana alam, pendidikan dan fasilitas sekolah, sarana ibadah (mushola, masjid dan gereja), pembangunan prasarana umum, peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga masyarakat. Bentuk kemitraan yang telah dikembangkan oleh perusahaan meliputi pemberian pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi kepada para pengusaha berskala kecil di wilayah Jawa Timur. Serta, memberikan program pelatihan untuk mitra binaan, yang sampai dengan saat ini jumlah mitra binaan mencapai 880 usaha  kecil.
2.3. Tugas Pokok PT PAL Indonesia  (Persero)
1.        Melaksanakan rancang bangun kapal maupun non kapal.
2.        Memproduksi kapal-kapal (jenis niaga maupun perang).
3.        Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal.
4.        Melaksanakan penelitian dan pengembangan produk-produk yang merupakan peluang usaha.
2.4. Struktur Organisasi dan Penjelasan Tugas PT. PAL Indonesia (Persero)
Struktur Organisasi PT. PAL Indonesia (Persero) terdiri dari 5 direktorat dan 14 divisi. Bagan Struktur organisasi yang ad di PT PAL Indonesia dapat dilihat di lampiran - Struktur organisasi PT PAL Indonesia (Persero) Adapun penjelasan dari tugas masing-masing Divisi yang ada di PT PAL Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:
2.4.1. Divisi Pemasaran dan Penjualan
1.      Melaksanakan perencanaan pemasaran jangka panjang dan jangka pendek produk kapal maupun non kapal.
2.      Melaksanakan riset pasar, segmentasi pasar dan studi kelayakan terhadap produk kapal dan non kapal.
3.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan produk kapal dan non kapal.
4.      Melaksanakan pengembangan produk dan pengembangan pasar untuk mendukung produk baru.
5.      Melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan proyek dalam aspek biaya dan kepuasan pelanggan.
2.4.2. Divisi Teknologi
1.      Melaksanakan perencanaan desain dan engineering untuk proyek-proyek yang sedang diproduksi.
2.      Melaksanakan penelitian dan pengembangan dibidang rancang bangun dan proses produksi.
3.      Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan rancang bangun dan penelitian.
4.      Melaksanakan strategi dibidang teknologi, penelitian dan pengembangan maupun bidang-bidang lainnya sesuai dengan pengarahan dan ketentuan direksi.
5.      Melaksanakan kegiatan integrated logistic support untuk kapal-kapal yang diproduksi.
2.4.3. Divisi Kapal Perang
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal perang maupun selain kapal perang sesuai kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.

2.4.4. Divisi Kapal Niaga
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal niaga sesuai kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.

3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
2.4.5. Divisi General Engineering
1.      Melaksanakan perencanaan pembangunan produk-produk rekayasa umum sesuai kebijakan Direktur Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyck) yang telah dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
Arah pengembangan produk rekayasa umum diarahkan pada pemeliharaan dan pengembangan posisi perusahaan selaku pemasok “sourcing” internasional pada industri pembangkit listrik besar dunia, sedangkan produk modular dan EPC akan lebih difokuskan untuk pasar dalam negeri.
Untuk mendukung arah pengembangan, telah dijalin kerjasama dengan Mitsubishi Heavy Industry dalam bidang rancang bangun boiler untuk pembangkit tenaga listrik, Wartsila untuk perakitan mesin diesel, AMEC Process & Energy untuk rancang bangun sistem turbin gas dan uap.
2.4.6. Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan
1.      Melaksanakan perencanaan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal sesuai kebijakan Direktur Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2.      Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk dan jasa bagi fasilitas idle capacity.
3.      Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyck) yang telah dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang terperinci.
4.      Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal secara efektif dan efisien, sesuai aspek QCD.
5.      Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan proyek agar mendapatkan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.
Arah pengembangan jasa pemeliharaan dan perbaikan (harkan), baik harkan kapal maupun harkan non kapal meliputi jasa harkan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking sampai dengan 600.000 DWT per tahun, annual atau special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, harkan elektronika dan senjata, serta overhaul kapal selam.  Peluang pasar terutama pasar dalam negeri, berasal dari TNI-AL, swasta, pemerintah, serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya, dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.
2.4.7. Divisi Treasury
1.        Melaksanakan kebijakan pendanaan perusahaan sesuai dengan prinsip pengelolaan pendanaan dan perbankan yang berlaku.
2.        Melaksanakan strategi optimalisasi return kinerja keuangan dan likuiditas perusahaan.
3.        Melaksanakan analisa pasar keuangan sebagai dasar pengambilan
keputusan dalam rangka mengurangi resiko pasar keuangan.
4.        Melaksanakan study kelayakan kinerja keuangan proyek atau bidang usaha mandiri.
5.        Melaksanakan pengelolaan invoicing dan penagihannya, untuk menunjang optimalisasi Cash Flow perusahaan.
2.4.8. Divisi Akuntansi
1.      Mempersiapkan dan melaksanakan kebijakan akuntansi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
2.      Melaksanakan perencanaan dan pengendalian serta pengawasan atas biaya-biaya perusahaan dan investasi perusahaan.
3.      Menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dalam bidang akuntansi dan keuangan untuk rnendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan perusahaan.
4.      Melaksanakan evaluasi dan analisa terhadap pengelolaan asset liabilities serta kinerja dari anak perusahaan dan kerja sama usaha lainnya.
5.      Melaksanakan implementasi dan pengembangan software aplikasi bisnis perusahaan.


2.4.9. Divisi Quality Assurance
1.        Melaksanakan perencanaan pemeriksaan dan pengujian proyek-proyek yang sedang diproduksi.
2.        Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian guna pengendalian dan jaminan mutu seluruh hasil produksi perusahaan.
3.        Mengkoordinir kegiatan purna jual hasil produksi perusahaan selama masa garansi.
4.        Menganalisa dan mengevaluasi hasil pencapaian mutu produksi perusahaan.
5.        Melaksanakan pengujian baik merusak maupun tidak merusak untuk material dan hasil proses produksi.
2.4.10. Divisi Pengadaan dan Pergudangan
1.        Merencanakan kebutuhan Material baik untuk mendukung proyek maupun operasional.
2.        Mengkoordinir pelaksanaan pengadaan material sesuai kebutuhan material.
3.        Mengkoordinir pengelolaan material pada lokasi penyimpanan.
4.        Membuat perencanaan kebutuhan dana untuk menunjang kebutuhan material.
5.        Mengelola sistem informasi material untuk menunjang unit kerja lain.
2.4.11. Divisi Kawasan Perusahaan
1.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan bangunan infrastruktur beserta anggarannya.
2.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan utilitas dan lingkungan hidup.
3.                  Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan keselamatan kerja.
4.                Merencanakan dan mengendalikan terhadap pengelolaan keamanan dan ketertiban.
5.                  Membina pengelolaan asset perusahaan.
2.4.12. Divisi Pembinaan Organisasi dan SDM
1.        Merencanakan dan mengevaluasi organisasi sesuai dengan perkembangan bisnis perusahaan.
2.        Merencanakan kebutuhan SDM baik jangka pendek maupun jangka panjang beserta pengembangannya.
3.        Melaksanakan proses administrasi mutasi promosi dan rotasi dalam rangka peningkatan kompetensi diri sendiri dan penyegaran penugasan.
4.        Merencanakan, mengelola dan mengembangkan sistem pelatihan baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
5.        Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan SDM.
2.4.13. Divisi Audit Internal
1.                 Menyelenggarakan pengawasan, pengamatan, analisa dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasional dan pengelolaan keuangan perusahaan.
2.                 Mencegah kemungkinan penyimpangan operasional perusahaan melalui pembinaan sumber daya dan sumber dana.
3.              Meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya dan sumber dana dalam rangka mendukung program profitisasi perusahaan.
4.                 Menyusun dan menentukan standar ekonomi, teknis, hukum dan manajemen sebagai tolok ukur dalam penilaian atas pelaksanaan tugas pokok di setiap lini perusahaan.

2.4.14. Sekretaris Perusahaan
1.                  Mengadakan pembinaan, pengelolaan dan penyempurnaan system administrasi yang ada dengan mengacu kepada prinsip manajemen keadministrasian.
2.                  Melaksanakan pembinaan hubungan baik dengan Stake Holder (Public Relation) guna menumbuhkan citra positif terhadap perusahaan (komunikasi, publikasi dan penyebaran informasi mengenai kebijakan maupun aktifitas perusahaan).
3.                  Memberikan pelayanan hukum serta mempersiapkan dokumen yang mengandung aspek hukum yang diperlukan perusahaan.
2.5.      Produk PT PAL Indonesia (Persero)
Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT PAL INDONESIA (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PT PAL INDONESIA (Persero) telah melayari perairan di seluruh dunia.
Sebagai galangan kapal dengan pengalaman lebih dari dua dasawarsa, PT PAL Indonesia (Persero) memiliki beragam produk-produk berkualitas seperti dijabarkan dibawah ini:
Produk Kapal Niaga
Pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar internasional, pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (cargo). Kapasitas produksi per tahun saat ini mencapai 3 unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan 2 unit kapal dengan ukuran 20,000 DWT per tahun.
Pada saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai teknologi produksi untuk kapal-kapal seperti Kapal Bulker sampai dengan 50.000 DWT, kapal container sampai dengan 1.600 TEUS, kapal tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal penumpang sampai dengan 500 PAX. Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container sampai dengan 2.600 TEUS, kapal Chemical Tanker sampai dengan 30,000 DWT, kapal LPG Carrier sampai dengan 5.500 DWT.
Produk Kapal Cepat dan Kapal Khusus
Saat ini PT. PAL INDONESIA (Persero) tengah mengembangkan produk-produk yang akan dipasarkan di dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan, Kepolisian Rl, Departemen Kelautan, Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta. Produk yang telah dikuasai antara lain:
  • Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m
  • Kapal Patroli Cepat/ Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai dengan 28 m
  • Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug/Supply sampai dengan klas 6.000 BHP
  • Kapal Ikan sampai dengan 600 GRT
  • Kapal Ferry dan Penumpang sampai dengan 500 pax
Produk Jasa Harkan
Produk Jasa harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking 600.000 DWT per tahun.
Selain itu jasa yang disediakan adalah annual/ special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, pemeliharaan dan perbaikan elektronika dan senjata serta overhaul kapal selam. Peluang pasar untuk kategori pelayanan jasa seperti ini berasal dari TNI - AL, swasta, pemerintah serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya, dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.

Rekayasa Umum
Pada saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai teknologi produksi komponen pendukung industri pembangkit tenaga listrik seperti Boiler dan Balance of Point. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan sampai pada taraf kemampuan modular dan EPC bagi industri pembangkit tenaga listrik skala kecil menengah sampai dengan 50 Mega Watt.
Saat ini PT PAL INDONESIA (Persero) telah menguasai produk Rekayasa Umum seperti Steam Turbine Assembly sampai dengan 600 MW, Komponen Balance of Plant dan Boiler sampai dengan 600 MW, Compressor Module 40 MW, Barge Mounted Power Plant 30 MW, Pressure Vessels dan Heat Exchangers, Generator Stator Frame s.d 600 MW. Sementara itu produk rekayasa umum yang sedang dikembangkan adalah Steam Turbine Power Plant, Jacket's structure sampai dengan 1000 ton serta Monopod dan Anjungan (Platform) sampai dengan 1000 ton.
Tabel 2.2.  Produk Divisi Rekayasa Umum PT. PAL Indonesia (Persero)
  WHP A dan pipeline HESS Ujung pangkah.
  Fab. "u" tube bundle Balongan.
  LPG plant Lombok simpang-y.
  Tunu field devl.project phase.
  Onshore fabrication (kodeco).
  Gas turbin Cikarang.
  Tunu field devl.project phase.
  Bop Tegineneng.
  Pemasangan heater Suralaya.
  Bop Teluk Lembu.
  Mach.blade ring Siemens.
  Rep.fuel body PT.Kepindo.
  Rotor inspection.
  Rep.element PT.Ispatindo.
  PLTU tanjung priok.
  Socket exhouse PT.Ks.
  Machining Manuel belgrano.
  Repair HP heater Bukit Asam.
  Machining Mcguire.
  Fabr.elbow pipe PLTU up.Gresik.
  Cilegon cc power plant.
  ARCO Gas Compression Module CCO-34, ARII.
  Stator frame 600mw.
  Tunu VIII & IX Gas Compression Modules, Total Indonesie.
  Stator frame 300mw.
  Peciko Phase IV, 2 unit Compression Modules, Total Indonesie.
  Riau power plant 1 x 20mw.
  Floating Production Uni, Hyundai Heavy Industries.
  Zelda f platform CNOOC.
  FPU-Hull & Mooring Systems, EMP Kangean Limited
                                                                           Sumber :PT.PAL(PERSERO),2009


Gambar 2.3 Proyek PT. PAL Indonesia di Grati,Pasuruan milik Santos Pty.Ltd (PT. PAL, 2009)

2.6       Divisi General Engineering
Divisi General Engineering/Rekayasa Umum membawahi 4 departemen, antara lain :
  1. Fabrication and Construction Department.
  2. Machining and Assembly Department.
  3. Engineering and Procurement Department..
  4. Bisnis and Administration Department..
  5. General Engineering Project/Kemanproan.
Pada laporan ini, akan dibahas secara rinci mengenai General Engineering Project/Kemanproan.
2.6.1.Tugas Pokok General Engineering Project/Kemanproan
Kepala departemen bertugas menjabarkan kebijakan kepala divisi rekayasa umum atas kegiatan operasional rekayasa dan pengadaan, baik material maupun jasa dalam luang lingkup divisi rekayasa umum.
2.6.2. Fungsi General Engineering Project/Kemanproan
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi desain dalam hal pengendalian biaya dan jadwal desain rekayasa.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi perencanaan dan pengendalian biaya dan jadwal pekerjaan produksi.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi perencanaan dan pengendalian biaya dan jadwal pengadaan material.
·            Mengelola da mengkoordinir fungsi jaminan kualitas dan purna jual.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi pelayanan pelanggan.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi keuangan dalam hal penyusunan cash out plan dan laporan keuangan proyek.
·            Mengelola dan mengkoordinir fungsi keselamatan kerja serta lingkungan hidup ( K3LH ).
·            Melaksanakan pengkajian dalam hal adanya pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal pada kontrak.
·            Melaksanakan koordinasi dengan para kepala departemen pelaksana pekerjaan terkait.
·            Melaporkan kepada kepala divisi rekayasa umum tentang kemajuan proyek secara periodik selama proyek berjalan.
·            Membuat laporan evaluasi setelah proyek selesai.
2.6.3. Wewenang General Engineering Project/Kemanproan
·            Mengusulkan pengawasan fungsi – fungsi yang ada di organisasinya kepada kepala divisi rekayasa umum.
·            Melaksanakan negosiasi (dengan owner  maupun dengan subkontraktor bersama-sama dengan fungsi terkait).
·            Menetapkan pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal pada kontrak.
·            Menggunakan seoptimal mungkin sumber daya yang ada di organisasinya
·            Mengelola anggaran/budget proyek.
·            Menetapkan penggunaan subkontraktor dengan memprioritaskan anak perusahaan.
·            Melaksanakan fungsi pengawasan terhadap seluruh operasional kegiatan proyek.
·            Menghentikan pekerjaan bila terjadi hambatan yang diakibatkan oleh faktor kesiapan sumber daya (manusia, material, desain, dan fasilitas).
2.6.4.      Penjabaran Organisasi dan Tugas pada General Engineering Project/Kemanproan
1.         Biro Rekayasa (engineering)
Adalah unit kerja tingkat biro yang berkedudukan langsung dibawah kepala departemen rekayasa dan pengadaan, yang dipimpin oleh seorang kepala biro rekayasa. Tugas pokoknya adalah melaksanakan pembuatan gambar kerja dari gambar utama (master drawing), dan menyusun daftar material berikut spesifikasinya.
Tugas lain dari biro rekayasa adalah
a.          Membuat M01.
b.         Membuat spesifikasi dan kebutuhan cat.
c.          Membuat cutting plan sheet.
d.         Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja yang terkait dalam bidang desain, baik yang berhubungan dengan produksi, klarifikasi, autority, maupun owner.
e.          Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja yang terkait dalam bidang desain menyangkut kesiapan, pengendalian jadwal, progres dan biaya desain. Dalam hal ini membuat estimasi kebutuhan jam orang dan daftar estimasi kebutuhan material.
f.          Mengkoordinasikan kegiatan percepatan aplikasi proses engineering atas temuan ketidaksesuaian ( NCR ) dalam proses produksi.
g.         Melaksanakan pengkajian dan mengusulkan kepada kepala proyek adanya perubahan desain yang berdampak pada perubahan biaya dan maupun pekerjaan tambahan.
h.         Memberikan laporan kemajuan dan status desain kepada kepala proyek secara periodik dengan menggunakan data sheet.
Wewenang dari biro rekayasa, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan atau pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departemen.
·            Melakukan pembinaan bawahan, berupa :
-       Penilaian prestasi dan kompetensi.
-       Usulan pengembangan kompetensi.
-       Penjatuhan sanksi.
2.         Biro Pengadaan Material
Tugas pokoknya adalah membantu dalam pengadaan material. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Membuat Surat Permintaan Penawaran Harga ( SPPH ) kepada rekanan.
·            Mengevaluasi Surat Penawaran Harga ( SPH ) dari rekanan.
·            Membuat laporan pengadaan material.
·            Membuat purchase order pembelian material.
·            Mengurus custom clearance untuk material import.
·            Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/ unit kerja terkait dalam perencanaan dan pengendalian jadwal dan proses pengadaan material proyek sesuai proyek sesuai dengan Instruksi Pelaksanaan Pekerjaan (IPP)
·          Mengkoordiasikan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpanan dan kontrol material proyek.
·            Mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan dengan material  handling.
·            Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian jadwal kedatangan material.
·            Melaksanakan koordinasidengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan status progress equipment dan material proyek kepada Kepala Proyek secara periodik.
Wewenang dari biro pengadaan material, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan atau pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departement rekayasa dan pengadaan.
·            Melakukan pembinaan bawahan berupa :
o  Penilaian prestasi dan kompetensi.
o  Usulan pengembangan kompetensi.
o  Penjatuhan sanksi.
3.         Biro Pengadaan Jasa
Tugas pokoknya adalah membantu dalam bidang pengadaan jasa. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Membuat Surat Permintaan Penawaran Harga ( SPPH ) kepada rekanan.
·            Mengevaluasi Surat Penawaran Harga ( SPH ) dari rekanan.
·            Membuat laporan pengadaan jasa.
·            Membuat Surat Perintah Kerja / Surat Perjanjian pengadaan jasa.
·            Memimpin dan membina bagian yang menjadi taggung jawabnya.
Wewenang dari biro pengadaan jasa, sebagai berikut :
·            Memberikan masukan/pertimbangan sebagai bahan usulan sesuai dengan bidangnya kepada kepala departemen rekayasa dan pengadaan.
·            Melakukan pembinaan bawahan berupa :
o  Penilaian prestasi dan kompetensi.
o  Usulan pengembangan kompetensi.
o  Penjatuhan sanksi.
o  Menggunakan secara optimal sumberdaya yang ada di unit kerjanya
4.         Sekretariat
Tugas pokoknya adalah menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan yang meliputi administrasi umum, administrasi pekerja dan kerumahtanggaan di lingkungan departement rekayasa dan pengadaan. Sedangkan, untuk tugas yang lain adalah :
·            Menyelenggarakan dan mengembangkan kegiatan :
-       Administrasi umum.
-       Administrasi pekerja.
-       Kerumahtanggaan.
·            Melaksanaan penyediaan sarana dan prasarana rapat lingkungan departemen rekayasa dan pengadaan.
·            Mengelola pemeliharaan fasilitas perkantoran departement rekayasa dan pengadaan.
5.         Produksi
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam persiapan sumber daya pendukung produksi yang meliputi sumber daya manusia, material, desain, dan utilitas.
·            Memberikan rekomendasi pada pelaksana produksi untuk percepatan penyelesaian produksi dengan mengacu pada Q,C,D,H,S,E (Quality, Cost, Delivery, Health, Safety dan Environment).
·            Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian proses dan kualitas produksi bersama fungsi QC/QA.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Melaksanakan pengkajian dan mengusulkan kepada kepala proyek adanya pekerjaan tambah atau kurang yang berdampak pada perubahan biaya dan jadwal produksi.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan produksi dan konsumsi jam orang kepada kepala proyek secara periodik.
6.         QC/QA
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam pembuatan Inspection Test Plan, Quality Procedures, jadwal test dan dokumen-dokumen kualitas lainnya.
·            Menkoordinasikan kegiatan pengendalian kualitas material, equipment dan produk.
·            Mengkoordinasikan pembuatan laporan ketidaksesuaian.
·            Mengkoordinasikan penerimaan klaim dan perbaikan pada masa garansi.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya kepada kepala proyek secara periodik.
7.         K3LH
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian norma-norma K3LH pada proyek bersangkutan yang meliputi pencegahan kecelakaan kerja, kebakaran, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan.
·            Menkoordinasikan penerapan norma-norma K3LH dan penyelesaian terhadap penyimpangan/ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya kepada kepala proyek secara periodik.

8.         Bisnis dan Adminstrasi
Dengan tugas sebagai berikut :
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi/unit kerja terkait dalam pembuatan laporan analisa proyek.
·            Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan subcontracting yang meliputi perencanaan, evaluasi pemilihan, klasifikasi teknis, negosiasi, dan pembuatan kontrak (SPK).
·            Melaksanakan kegiatan adminstrasi proyek.
·            Melaksanakan koordinasi dengan fungsi lainnya yang ada dalam proyek bersangkutan.
·            Memberikan laporan kemajuan dan hambatan pelaksanaan fungsinya maupun pekerjaan yang dilaksanakan oleh subkontraktor kepada kepala proyek secara periodik.



10 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. aku izin copas ya mas, buat tugas kuliah proses produksiku.. matur suhun mas :)

    ReplyDelete
  3. aku mau copas ya mas buat tugas kuliah proses produksiku, terima kasih :)

    ReplyDelete
  4. izin copas utk lap. ojt. cz lg ojt d pt pal

    ReplyDelete
  5. artikelnya keren,, semoga bermanfaat
    www.sepatusafetyonline.com

    ReplyDelete
  6. Mau tanya, sumbernya dri mana ya mas utk sejarah n profil perusahaan ? Makasiiihh...

    ReplyDelete

"Yang Copy-Paste, izin yah.! Biar berkah "
Pembaca yang baik. Setelah baca dikomeng. Budayakan Komenk Spontan.