Thursday, 14 February 2013

Parameter – Parameter Design Perpipaan


Parameter – Parameter  Design Perpipaan 

Dalam design sistem pipa maka yang terpenting , yang harus diperhatikan adalah  tentang masalah safety / nilai keamanan dari sistem pipa yang telah dirancang dan telah di pasang pada  struktur bangunan laut dan kapal . Maka dari itu dalam merancang sistem pipa ini , harus  dilakukan beberapa seleksi  dan  evaluasi dengan hati – hati dalam merancang sistem pipa tersebut . Maka  biasanya parameter yang digunakan  dalam design pipa adalah :

1.            Line Sizing
2.      Route Selection
3.      Soil Movement  Analysis
4.      Pipe Prospection Methods
5.      Pipe Buckling  Analysis.
6.      Vortex Sheedding
7.      Material

 1.1   Line Sizing
Langkah pertama , dalam mendesign sistem pipa maka harus memenuhi parameter yang pertama yaitu tentang , bagaimana kita harus menentukan  ukuran yang cocok dengan kebutuhan dari  pemasangan pipa tersebut , yang harus ditentukan adalah panjang, ketebalan pipa. Dalam penentuan ukuran ini yang harus di perhatikan adalah tentang  fungsi dari pemasangan pipa inin , sehingga kita juga harus memperhatikan tentang masalah  kapasitas dari pipa ini. Untuk ukuran bermacam – macam dari pipa kita dapat melihat pada katalog tentang standarisasi pipa Ini.

1.2    Route Selection
Dalam pemilihan Route dari sistem pipa ini , harus mengacu pada beberapa aturan  Tertentu, Pemilihan route ini bertujuan untuk ;

a.             Menghindari daerah  pipa yang sudah ada
b.            Menghindari Crossing
c.             Menghindari  daerah anchoring
d.            Menghindari  daerah aliran lumpur
e.             Meminimize panjang pipa  dan memilih route pipa pada daerah yang stabil.

1.3    Soil Movement Analysis
Dalam  mendesain sistem pipa maka juga harus di perhatikan tentang pergerakan tanah yang terjadi di sekitar  di pasangnya pipa ini. Jadi dalam pemasangan / instalansi pipa ini , pipa harus benar – benar berada pada  daerah yang stabil ( tidak mudah terjadi pergeseran ) Sehingga pipa ini nantinya tidak akan mengalami gangguan dalam  operasinya/ kegiatan produksinya.

1.4    Pipe Prospection Methods
Dalam mendesain sebuah  pipa , maka  sistem pipa tersebut harus mengacu pada salah satu metode . Metode – metode yang diguanakan adalah sebagai berikut :
a.             Tow Methods
b.            Bottom Pull Methods
c.             Reel barge methods
d.            Lay Barge Installation Methods

1.5    Pipe Buckling  Analysis
Kita tahu bahwa untuk memasang pipa ini di dasar laut maka  kita harus memperhatikan  kedalaman airnya. Kegagalan yang sering terjadi pada pipa adalah di karenakan  oleh :
~   Diameter pipa  dan ketebalan pipa
~   Terjadinya regangan
~   Tekanan hidrostatik.
Pada Design pipa , kita harus memeperhatikan tentang terjadinya “ BUKLING “ pada pipa . Untuk menghitung terjadinya bukling pada pipa , ada 2 macam yaitu :

a.             Local Buckiling
         Untuk menghitung local bukling , kita dapat menggunakan  persamaan beikut ini ;
                         Pc   =  2E / ( 1 – v2 ) t /D ( t / (D – t))2

                           Dimana :
Pc     = Tekanan , Psi
E       =  Modulus Elastis, Psi
V      =  Poisson
D      =  Diameter
T       =  Ketebalan

b.            Bukle Propagation
Untuk menghitung besarnya bukling diatas maka dapat menggunakan  persamaan berikut ini :
Pp  = 6 Y ( 2t / D )  2.5    , untuk Battele


1.6     Vortex Shedding
Pengertian dari votex / pusaran adalah arus yang  memilikikecepatan yang tidak sama tetapi tiap titiknya akan berbeda. Penyebab dari vortex shedding adalah danya aliran turbulen dan terjadi ketidakstabilan di dekat pipa.Selain itu juga disebabkan oleh  getaran di sekitar bentuk pipa dan perubahan yang secara periodik  pada tekanan hidrodinamkia pada pipa.. Sedangkan aliran pada p[ipa tergantung pada  diameter pipa dan kecepatan pipa.. Kegagalan yang terjadi pada pipa  dapat di sebabkan oleh pusaran , dan terjadinya pusaran ini dapat  dicegah dengan  menjauhkan  frekuensi alami pada pipa  dari bentuk pipa. Di bawah ini adalah persamaan untuk menghitung frekuensi pada vortex shedding, yaitu :

Fs   =   S.V / D
  
Dimana :
Fs   =  Frekuensi pada voertex Shedding
S     = Anka Strouhal
V   =  Kecepatan , ft / sec
D   =  Diameter pipa, ft.

1 comment:

  1. izin copas, mas. (Alumni Politeknik Negeri Sriwijay). mks.

    ReplyDelete

"Yang Copy-Paste, izin yah.! Biar berkah "
Pembaca yang baik. Setelah baca dikomeng. Budayakan Komenk Spontan.